Share

Gejala Cacar Monyet Lebih Sakit Dibanding Covid, Salah Satunya Kelenjar Getah Bening

Cita Zenitha, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 11:50 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Cacar Monyet dan Covid (Foto:iStock)

MENGENAL gejala cacar monyet lebih sakit dibanding Covid-19 yang jarang diketahui. Dibalik menurunnya wabah Covid-19, WHO kembali menerima laporan wabah cacar monyet (monkeypox) yang mengkhawatirkan.

Adapun, cacar monyet kini tengah menyebar di Amerika Serikat,Eropa, dan Asia khususnya Singapura. Penyakit ini memiliki ciri-ciri mirip dengan cacar pada manusia dan tidak berbahaya.

Dikutip dari berbagai sumber, cacar monyet ditemukan pertama pada tahun 1958 dan merupakan penyakit zoonosis yang awalnya hanya menyerang monyet. Penyakit ini disebut sebagai cacar monyet karena monyet yang dipelihara untuk penelitian mengalami penyakit sejenis cacar.

Penyakit ini terus menyebar hingga menginfeksi manusia. Kasus pertama cacar monyet atau monkeypox pertama menjangkit manusia pada tahun 1970 di Kongo kemudian menyebar hingga Afrika Tengah dan Barat.

The European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) melaporkan telah melaporkan bahwa virus tersebut sudah menginfeksi hingga 219 orang di seluruh dunia terutama di Amerika dan Eropa.

Gejala cacar monyet lebih menyakitkan dibanding Covid-19 dikarenakan menyerang kelenjar getah bening manusia sedangkan  penyakit Covid-19  tidak terlalu.  Gejala cacar monyet ditandai dengan demam lebih dari 38 derajat, nyeri otot, sakit punggung, asthenia, pembesaran kelenjar getah bening serta benjolan di seluruh tubuh berisi air dan nanah.

Saat ini, gejala cacar monyet lebih menyakitkan dibanding Covid. Pertama kali, penderita cacar monyet akan mengalami demam tinggi lebih dari 38 derajat celcius selama 3 hari atau lebih kemudian muncul ruam di sekitar bagian tubuh. Penderita biasanya mengalami cacar monyet selama 2-4 minggu.

Cacar monyet termasuk kedalam penyakit menular. Penderita cacar monyet bisa menyebarkan penyakit tersebut melalui cairan tubuh, luka pada kulitnya serta hubungan seksual.

Sedangkan gejala Covid-19 dimulai dengan kelelahan, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri dada, kehilangan indra penciuman dan perasa serta seseorang bisa mengalami masalah pencernaan.

Gejala dan genetik cacar monyet berbeda dengan Covid-19. Sehingga pemerintah sebaiknya mempersiapkan diri untuk berpartisipasi supaya wabah ini tidak menyebar ke Indonesia.

Sedangkan untuk mengobatninya, penderita biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 2–4 minggu setelah terkena penyakit ini. Pengobatan yang diberikan biasanya hanya bertujuan untuk mengurangi gejala.

Meski gejala cacar monyet umumnya tidak terlalu berat, penderita sebaiknya tetap dirawat di rumah sakit.

Penyakit cacar monyet atau monkeypox sejatinya belum pernah terdengar di Indonesia. Tetapi sebagai manusia kita tetap perlu untuk waspada dan hati-hati.

Demikian gejala cacar monyet lebih menyakitkan dibanding Covid. Semoga bermanfaat.

(RIN)

1
3