Share

Idap Empty Sella Syndrome, Ruben Onsu Tetap Pikirkan Konser Putranya

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 01:02 WIB
$detail['images_title']
Ruben Onsu idap empty sella syndrome (Foto: inst)

MESKIPUN saat ini Ruben Onsu mengidap penyakit langka yang bernama Empty Sella Syndrome (ESS), ia tetap pikirkan konser putranya Betrand Peto.

Namun Ruben mengaku, ia tidak menjadikan beban soal konser tersebut.

 Ruben Onsu

"Memang sampai saat ini saya masih terus berobat, tentang konser ini tentu tidak jadi beban," ujar Ruben Onsu saat di Hotel Le Meridien Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.

Konser Betrand Peto yang bertajuk It's My First bakal digelar di Tennis Indoor Senayan Jakarta, pada 22 Oktober 2022.

 Lalu apa sih penyakit Empty Sella Syndrome?

Penyebab

Sampai saat ini, belum ada alasan penyebab Empty Sella Syndrome. Tapi, ada kemungkinan itu terkait dengan cacat lahir di diafragma sellae, membran yang menutupi sella tursika. Menurut laporan National Organization for Rare Disorders, sindrom langka ini lebih banyak dialami oleh perempuan, empat kali lipat dibanding pria.

Perempuan yang mengalami masalah ini biasanya sudah lansia, obesitas, dan memiliki tekanan darah tinggi. Sayangnya, kebanyakan kasus ini tidak terdiagnosis karena kurangnya gejala. Sehingga sulit untuk memutuskan, apakah jenis kelamin, usia, dan komorbid adalah faktor risiko yang sebenarnya.

Gejala

Kebanyakan pasien Empty Sella Syndrome kerap mengalami sakit kepala kronis. Kalaupun ada gejalanya, umumnya mengalami sakit kepala, tekanan darah tinggi, gampang lelah, impotensi (pria), gairah seks rendah,t idak ada periode atau menstruasi tidak teratur, dan infertilitas.

Dalam kasus yang jarang terjadi, sindrom ini dikaitkan dengan peningkatan tekanan di tengkorak yang dapat menyebabkan cairan tulang belakang bocor ke hidung, pembengkakan saraf optik di dalam mata, hingga masalah penglihatan.

Ini juga yang dialami Ruben Onsu. Ia mengaku lama-lama matanya terasa buram alias pandangananya mengabur. Maka dari itu, ia sering pakai obat tetes mata belakangan ini.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan oleh dokter biasanya disesuaikan dengan gejala yang dialami pasien. Contohnya, operasi untuk mencegah cerebrospinal fluid leak (CSF) atau bocornya cairan serebrospinal dari hidung. Bisa juga dengan obat-obatan, seperti ibuprofen (Advil, Motrin), untuk menghilangkan sakit kepala.

1
2