Share

Angka Kasus Covid Terus Naik, Kegiatan PTM Perlu Diberhentikan?

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 08:00 WIB
$detail['images_title']
Aktivitas pembelajaran tatap muka, (Foto: Aan Haryono)

PEMBELAJARAN tatap muka (PTM) di Indonesia saat ini diketahui masih tetap berlangsung, di tengah angka kasus positif Covid-19 yang sedang meningkat.

Situasi seperti ini, menimbulkan dilema di benak banyak orang tua murid. Mengingat bisa saja, sang anak justru terinfeksi Covid-19 saat di sekolah. Lantas, dengan tengah melonjaknya angka kasus positif saat ini, apakah PTM perlu diberhentikan?

Disampaikan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, dr. Reisa Broto Asmoro, aktivitas PTM masih bisa berlangsung selama tidak ada kluster atau kasus positif di lingkungan sekolah.

Aturan terkait PTM di tengah pandemi Covid-19 sendiri, sudah diatur dalam surat edaran atau SE Nomor 7 Tahun 2022 Perihal Diskresi SKB 4 Menteri.

"Dari Kemendikbudristik sudah SEnya Nomor 7 tahun 2022 tentang direksi hasil keputusan bersama 4 menteri. Dalam panduan tersebut pemberhentian PTM itu bisa dilakukan kalau adanya rombongan belajar ada kasus Covid-19 atau terjadinya kluster di satuan areanya," ujar dr. Reisa dalam acara Siaran Sehat, dikutip dari kanal YouTube RRI, Selasa (2/8/2022).

Selain itu, harus juga melihat positivity rate di sekolah. Jika memang sudah menembus lebih dari 5 persen. Baru aktivitas PTM bisa stop untuk sementara.

“Bahwa tingkat positivity rate harus lebih dari lima persen. Sehingga, akan diberhentikan selama seminggu atau 7 hari,” tambah dr. Reisa

Kemudian, bila ada salah satu peserta didik atau guru yang positif atau suspek. Kegiatan PTM juga bisa diberhentikan selama lima hari, dengan catatan positivity ratenya harus di bawah 5 persen.

"Tapi kalau ada salah satu peserta didiknya ada positif, tapi dia nggak menyebabkan kluster di satu sekolah itu dan surveilance yang positif di bawah 5 persen. Misalnya ada juga pendidik atau peserta didiknya bergejala Covid-19, tapi masih suspek ini harus diberhentikan juga PTM tapi 5 hari bukan 7 hari," jelasnya.

Pada intinya, selama masa pandemi Covid-19 ada masa transisi dari pembelajaran jarak jauh (PJJ), dan  PTM yang harus digelar dengan metode “gas rem gas rem”.

1
2