Share

Indonesia Masuk Klasifikasi 1 Cacar Monyet, Apa Artinya?

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 17:35 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto:Reuters)

INDONESIA masuk klasifikasi 1 cacar monyet atau monkeypox menurut World Health Organization (WHO). Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mentapkan wabah cacar monyet dalam darurat kesehatan global. Hingga saat ini, virus cacar monyet sudah menyebar ke 74 negara dan telah menginfeksi ribuan orang.

Salah satu negara yang sudah terdeteksi memiliki cacar monyet adalah Singapura. Singapura pun kembali melaporkan kasus monkeypox atau cacar monyet yang bertambah 2 orang. Sehingga jumlah total infeksi di negara itu menjadi delapan.

Indonesia masuk klasifikasi 1 cacar monyet ini didasari oleh laporan bahwa cacar monyet sudah terdeteksi pada 75 negara dengan 17.156 kasus yang tersebar. Oleh sebab itu, WHO merekomendasi adanya penetapan kasus cacar monyet dalam klasifikasi satu hingga empat. Indonesia diketahui masuk dalam klasifikasi 1 cacar monyet.

Lantas, apa arti Indonesia masuk klasifikasi 1 cacar monyet? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr Mohammad Syahril menyebut Indonesia dikategorikan sebagai klasifikasi satu untuk penyakit cacar monyet. Artinya, WHO mengelompokan negara berdasarkan rekomendasi. Ada yang disebut dengan Klasifikasi 1. lArtinya, klasifikasi 1 ini adalah negara yang belum melaporkan kasus atau negara yang pernah melaporkan kasus.

"Ini tidak melaporkan lagi selama 21 hari," ujar Syahril dikutip dari berbagai sumber.

 Meski begitu, pemerintah Indonesia disarankan untuk tetap memperkuat surveilans atau deteksi dini. Penguatan ini dapat diupayakan melalui pelatihan tenaga kesehatan, puskesmas, klinik kesehatan seksual, kulit atau kelamin, HIV, penyakit infeksi, obgyn dan lain.

Syahril juga menjelaskan bahwa hingga kini tidak ada konfirmasi kasus cacar monyet di Indonesia. Sebelumnya, terdapat 10 kasus yang sempat masuk suspek yang tersebar di DKI Jakarta hingga Jawa Barat, namun belakangan dinyatakan negatif cacar monyet.

Sebelumnya, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan antisipasi adanya potensi cacar monyet di Indonesia. Mengingat saat ini World Health Organization (WHO) telah menetapkan status darurat.

Wapres pun mengatakan bahwa laporan dari Kementerian Kesehatan bahwa cacar monyet belum terbukti ada di Indonesia. “Saya kira menurut laporan Kementerian Kesehatan belum terbukti ada di Indonesia,” tegasnya

"Tetapi pemerintah melakukan antisipasi sebab sudah dinyatakan oleh WHO sudah bahaya global. Karena itu Indonesia melakukan antisipasi, tapi belum ada. Saya kira itu,” bebernya.

Sementara itu, Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memastikan, Indonesia kompeten mendeteksi cacar monyet. Sekalipun kasusnya belum ditemukan, tapi kemampuan dokter dan fasilitas kesehatan tak usah diragukan.

Belum terdeteksinya cacar monyet di Indonesia, ditegaskan Dokter Spesialis Patologi Klinik Prof dr Aryati, SpPK(K), bukan berarti Indonesia gagal mendeteksi keberadaan virus. Terlebih negara tetangga seperti Singapura sudah melaporkan kejadian kasus.

"Sampai saat ini memang tidak ada kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di Indonesia. Ini bukan berarti upaya diagnosis lemah, tapi memang tidak ada kasusnya," tegas dr Aryati dalam webinar PB IDI

Demikian penjelasan mengenai maksud dari Indonesia masuk klasifikasi 1 cacar monyet menurut WHO.

(RIN)

1
4