Share

Cacar Monyet Kian Mengganas di Dunia, IDAI Ajak Masyarakat Terapkan PHBS!

Kevi Laras, Jurnalis · Rabu 03 Agustus 2022 06:03 WIB
$detail['images_title']
Cacar monyet merebak di sejumlah negara (Foto: BBC)

KASUS cacar monyet di dunia kian mengganas. Dilansir dari CNA, California baru saja mengumumkan darurat cacar monyet. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur California Gavin. Sejauh ini, California mengkonfirmasi 827 kasus cacar monyet.

Sementara itu, Pemerintah Kota New York juga mengumumkan darurat cacar monyet. Bahkan kota itu saat ini menjadi pusat penyebaran cacar monyet. Hal ini tak boleh diabaikan.

 cacar monyet

Menyaksikan perkembangan cacar monyet di dunia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam media briefing virtual Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bersama sejumlah organisasi profesi. Sebab cacar monyet juga bisa menyerang anak-anak ke bayi hingga janin di dalam perut.

Meskipun secara kepastian belum ada berapa banyak kejadiannya. "Ini belum banyak info tapi pasti untuk menghadapi penyakit menular apapun yang penting PHBS. Pandemi mengajarkan kita menerapkan PHBS, ini penting untuk segala penyakit menular," ujar Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (PP IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K).

Sejauh ini baru 9 persen terjadi penularan dari cacar monyet ke bayi. Di mana vaksinasi untuk ini belum jelas, sehingga dia meminta agar tetap berhati-hati.

 BACA JUGA:Cacar Monyet Makin Ngegas, Yuk Ingat Lagi Cara Mencegahnya!

Dengan menerapkan protokol kesehatan, seperti penggunaan masker dan mencuci tangan atau PHBS, ini berguna untuk mencegah penularan cacar monyet.

"Bayi rentan kena cacar monyet, tapi laporan penularan dari orang ke orang jarang dan cuma 9%. Dan apa bisa diturunkan ibu ke janin bisa, tapi belum diketahui pasti berapa kejadiannya," jelasnya.

"Cuci tangan, pake masker, menjauhi kerumunan. Cacar monyet juga belum punya vaksin yang jelas sehingga kita mesti hati-hati," kata dr Piprim.

Kendati demikian, ia menjelaskan bahwa penyakit ini lebih rentan bagi bayi, anak dengan masalah imunitas hingga lanjut usia (lansia). Lebih lanjut, dia meminta agar tidak panik agar sistem imun tidak menurun.

"Yang rentan bayi, anak imun compromise, lansia. Kita harus siapkan lingkungan aman tapi phbs harus kita lakukan dan tidak perlu panik, itu sendiri sudah turunkan imunitas," ucapnya.

1
2