Share

Begini Proses Penularan Virus Cacar Monyet ke Manusia

Avirista Midaada, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 19:05 WIB
$detail['images_title']
Penularan virus cacar monyet (Foto: The conversation)

MEWABAHNYA cacar monyet di seluruh dunia membuat panik masyarakat. Penyakit cacar monyet ini sudah merebak ke berbagai negara dan sudah muncul korban.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Brawijaya dr. Dhelya Widasmara mengungkapkan, secara keseluruhan penyakit cacar monyet hampir mirip dengan cacar air pada umumnya, tetapi cenderung lebih ringan.

 cacar monyet

"Yang membedakan adalah, pada cacar monyet didapatkan pembesaran kelenjar getah bening (limfadenopati)," ungkap Dhelya Widasmara, melalui keterangan tertulisnya, Selasa, (2/8/2022).

Dokter Dhelya menjelaskan, penularan virus cacar monyet terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan hewan, manusia, atau bahan yang terjangkit atau terkontaminasi virus.

Kemudian virus cacar monyet masuk ke dalam tubuh melalui mikrolesi pada kulit atau luka yang sangat kecil (walaupun tidak terlihat), saluran pernapasan, atau selaput lendir (mata, hidung, atau mulut).

 BACA JUGA:Kenapa Tidak Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Indonesia?

"Sedangkan penularan dari hewan ke manusia dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran, kontak langsung dengan cairan tubuh atau material dari lesi (seperti darah), atau kontak tidak langsung, seperti melalui alas yang terkontaminasi”, kata Dokter Dhelya.

Di mana penularan terjadi melalui droplet atau percikan pernapasan. Dari percikan droplet ini dapat bertahan lama dan terbang jauh, sehingga diperlukan kontak tatap muka yang lama.

"Metode penularan dari manusia ke manusia lainnya termasuk kontak langsung dengan cairan tubuh atau material dari lesi, dan kontak tidak langsung dengan material lesi, seperti melalui pakaian atau linen yang terkontaminasi”, terangnya.

Namun Dokter Dhelya menegaskan, cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya, kendati hingga kini diakui belum ada obat yang spesifik untuk penderita cacar monyet tersebut. Meski demikian, langkah pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul.

1
2