Share

Kenapa Tidak Ditemukan Kasus Cacar Monyet di Indonesia?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 12:31 WIB
$detail['images_title']
Kasus cacar monyet (Foto: BBC)

PENGURUS Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memastikan, Indonesia kompeten mendeteksi cacar monyet. Sekalipun kasusnya belum ditemukan, tapi kemampuan dokter dan fasilitas kesehatan tak usah diragukan.

Lalu kenapa tidak ditemukan kasus cacar monyet di Indonesia sampai sekarang?

 cacar monyet

Belum terdeteksinya cacar monyet di Indonesia, ditegaskan Dokter Spesialis Patologi Klinik Prof dr Aryati, SpPK(K), bukan berarti Indonesia gagal mendeteksi keberadaan virus. Terlebih negara tetangga seperti Singapura sudah melaporkan kejadian kasus.

"Sampai saat ini memang tidak ada kasus cacar monyet yang terkonfirmasi di Indonesia. Ini bukan berarti upaya diagnosis lemah, tapi memang tidak ada kasusnya," tegas dr Aryati dalam webinar PB IDI, Selasa (2/8/2022).

Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik dr Nelly Puspandari, SpMK menambahkan, pernah ditemukan suspek cacar monyet, tapi setelah melalui pemeriksaan diagnostik lanjutan, pasien-pasien itu negatif cacar monyet.

"Pernah ada suspek, tapi tidak ada di antara mereka yang positif cacar monyet. Jadi, ya, sampai saat ini memang tidak ada kasus cacar monyet ditemukan di Indonesia," ungkap dr Nelly.

Ini menandakan bahwa pemeriksaan atau tes cacar monyet sejatinya sudah bisa dilakukan di Indonesia, yang berarti Indonesia kompeten mendeteksi cacar monyet. Lagipula, Kementerian Kesehatan sudah menunjuk 2 laboratorium nasional untuk diagnostik cacar monyet.

Kedua lab tersebut antara lain Pusat Studi Satwa Primata, LPPM IPB (Bogor) dan di Laboratorium Penelitian Penyakit Infeksi Prof Sri Oemiyati - BPKP (Jakarta).

 BACA JUGA:Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin: Cacar Monyet Bukan Penyakit Seksual

Reagen cacar monyet pun saat ini sedang diupayakan ditambah, sehingga jika ada potensi ditemukannya kasus cacar monyet, atau bahkan terjadi penambahan kasus, Indonesia sudah siap dalam hal surveilans.

"Pemeriksaan cacar monyet sejauh ini tidak dikerjakan di masing-masing laboratorium rumah sakit. Pemeriksaan molekuler seperti ini yang sangat spesifik hanya bisa dilakukan di 2 lab yang ditunjuk Kemenkes," terang dr Aryati.

Tapi, belajar dari Covid-19, sambung dr Nelly, jika terjadi kenaikan kasus, dipastikan Kemenkes akan melakukan penambahan lab jika diperlukan. Tapi, saat ini masih berkonsentrasi di 2 lab yang ditunjuk Kemenkes.

"Tapi, nantinya akan dikembangkan pemeriksaan cacar monyet bisa dilakukan di lab jejaring di setiap regional," tambah dr Nelly.

"Jadi, update saat ini dalam hal pemeriksaan cacar monyet, itu sedang dalam proses memperbanyak lab yang bisa melakukannya dan memiliki reagen cacar monyet yang lebih banyak," sambungnya.

1
2