Share

Genjot Transformasi Teknologi Kesehatan, Kemenkes Garap Biomedical dan Genome Sience Initiative (BGSi)

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 13:00 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi, (Foto: Dok. Setpres)

TRANSFORMASI kesehatan dalam bidang teknologi kesehatan, jadi salah satu dari enam target Kementerian Kesehatan untuk memajukan sistem kesehatan masyarakat.

Sebagai salah satu upayanya, Kementerian Kesehatan diketahui akan menghadirkan Biomedical dan Genome Sience Initiative (BGSi) pada bulan Agustus 2022.

Metode genome sequencing sendiri, banyak digunakan sebagai penelitian di bidang genetik dan biologi molekuler, termasuk di bidang medis untuk memahami berbagai penyakit. Tidak hanya itu, lewat metode ini juga bisa dipergunakan untuk bisa melihat secara rinci yang ada di tubuh manusia, terutama terkait kondisi kesehatan.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin menyebutkan, melalui kecanggihan BGSi tersebut, bisa melihat potensi penyakit yang bisa muncul di masa mendatang.

“Malah ke depannya melalui BGSi ini bisa melihat potensi penyakit yang akan timbul di masa mendatang,” ujar Menkes Budi, dikutip dari laman resmi Sehat Negeriku Kemenkes, Selasa (2/8/2022).

Genome sequencing sendiri merupakan metode untuk mengurutkan genom (materi genetik yang tersusun dari DNA) yang berada di organisme, seperti bakteri, virus, dan manusia.

Jika dulu untuk melihat kondisi kesehatan seseorang diambil dari darah, pemeriksaan MRI, dan CT Scan. Melalui BGSi, ke depan diagnosis bisa diperoleh dengan menggunakan genom sequencing.

Memaksimalkan metode genom sequencing, nantinya mesin genome sequencing yang saat ini baru berjumloah 12 akan ditambah menjadi 30 unit yang akan digunakan di berbagai rumah sakit rujukan nasional, yakni RS Kanker Dharmais, RS PON untuk stroke, RSCM untuk penyakit metabolik seperti diabetes dan ginjal, RS di Yogyakarta, kemudian RSPI untuk infeksi, dan RS Sanglah untuk aging and wellness.

BACA JUGA:Kemenkes Pastikan Pengobatan Cacar Monyet Ditanggung BPJS!

BACA JUGA:Kemenkes Luncurkan Platform Satu Sehat, Masyarakat Tak Perlu Repot Bawa Rekam Medis Saat Pindah Rumah Sakit

1
2