Share

Jangan Cemas Kena Ringworm, Pelihara Kucing Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Mental

Putra Syah Norens, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 10:00 WIB
$detail['images_title']
memelihara kucing baik untuk kesehatan, terutama mental. (Foto: Freepik)

BELUM lama ini viral di linimasa media sosial, kisah seorang perempuan yang memelihara kucing terkena ringworm.

Infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur, alhasil di kulit timbul berupa bercak merah bersisik atau benjolan yang terasa gatal yang seirin waktu berbentuk seperti tambalan berbentuk cincin atau lingkaran.

Lantas apakah memelihara kucing hanya merugikan untuk kesehatan? Eits, jangan salah sangka dulu, karena memelihara kucing sebagai hewan peliharaan di rumah juga memiliki manfaat bagi kesehatan, terutama kesehatan mental.

Penasaran apa saja sih manfaat kesehatan mental dari memelihara kucing? Mewarta Healthline, Selasa (2/8/2022) mari simak ulasannya di bawah ini.

1. Sejahtera psikologis: Menurut sebuah penelitian di Australia, pemilik kucing mempunyai kesehatan psikologis yang lebih baik daripada orang yang tidak memiliki hewan peliharaan. Data ini diketahui melalui kuesioner, hasilnya para pemilik kucing mengaku merasa lebih bahagia, lebih percaya diri, gugupnya berkurang, fokus, dan merasa tentram dalam menghadapi masalah hidup. Mengadopsi kucing juga bisa baik untuk anak-anak, hasil dari survei terhadap lebih dari 2.200 orang anak muda Skotlandia berusia 11-15 tahun, anak-anak yang memiliki ikatan kuat dengan kucing mereka mempunyai kualitas hidup yang lebih tinggi. Semakin merasa terikat, semakin anak-anak ini merasa bugar, energik, dan penuh perhatian.

 2. Positif: Dalam sebuah penelitian, orang yang memiliki kucing dilaporkan mengalami lebih sedikit emosi negatif dan perasaan kesepian di dirinya, jika dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki kucing. Dari tingkah dan tekstur bulunya yang menggemaskan, kucing dapat membujuk para pemiliknya keluar dari suasana hati yang buruk.

3. Menurunkan Stress: Hadirnya kucing dapat membantu menurunkan stres dan memberikan anti-kecemasan bagi pemiliknya. Mengelus atau bermain dengan kucing disebutkan bisa melepaskan semua zat kimia yang tepat di otak loh! Menurut penelitian yang berjudul Cardiovascular Reactivity and the Presence of Pets, Friends, and Spouses: The Truth About Cats and Dogs, menunjukan bahwa pemilik kucing dapat lebih tenang mengerjakan tugas berat dibanding orang yang tidak memiliki hewan peliharaan.

4. Meningkatkan rasa sosial dalam diri: Penelitian mendapati kalau memelihara kucing, membuat pemiliknya jadi lebih sensitif secara sosial, lebihbisa percaya orang lain. Penelitian remaja di Skotlandia bahkan menemukan bahwa anak-anak yang lebih dekat dengan kucingnya di rumah, lebih bisa berkomunikasi dengan baik terhadap sahabatnya. Penelitian ini menunjukan bahwa seseorang manusia atau hewan, bisa membuat seseorang jadi nyaman dan terkoneksi. Hal ini yang membangun diri kita bisa melakukan kebaikan dan bermurah hati pada sesama.

5. Kurangi risiko penyakit kardiovaskular: Aura positif dari kehadiran kucing dapat menurunkan tingkat stres, mengurangi risiko penyakit kardiovaskular, termasuk penyakit jantung dan stroke. Para peneliti menemukan, kucing lebih seperti obat pencegahan daripada pengobatan untuk penyakit yang sedang berlangsung. Merujuk pada hasil penelitian yang melibatkan sekitar 4.435 orang selama 13 tahun. Orang yang memiliki kucing di masa lalu lebih kecil kemungkinannya meninggal karena serangan jantung selama periode waktu itu, daripada orang yang tidak pernah memiliki kucing. Sebagai catatan, dalam studi penelitian ini tim peneliti juga memperhitungkan faktor risiko lain seperti tekanan darah, kolesterol, merokok, dan indeks massa tubuh.

1
2