Share

Alami Nyeri Dubur, Waspadai Gejala Cacar Monyet!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 04:26 WIB
$detail['images_title']
Cacar monyet banyak menginfeksi pria gay (Foto: Arizona daily star)

RUPANYA gejala yang ditimbulkan akibat infeksi cacar monyet bukan hanya lesi (luka) berair atau ruam kemerahan di kulit. Dari studi penelitian terbaru, disebutkan ada gejala lain yang menjadi gejala terbaru dari cacar monyet.

Melalui laporan studi yang dipublikasikan di BMJ, ada gejala cacar monyet terbaru yang dilaporkan di Inggris, pasien mengalami pembengkakan pada penis dan nyeri dubur.

 cacar monyet

Gejala cacar monyet yang berbeda dengan epidemi cacar monyet di Afrika. Penelitian dilakukan oleh Guys and St Thomas's NHS Foundation Trust di London, dengan mengamati 197 orang pasien yang dites positif cacar monyet sejak Mei hingga Juni 2022. Semuanya adalah pria dengan 196 di antaranya pria gay, biseksual, atau laki-laki berhubungan seks dengan laki-laki.

Ini mencerminkan situasi secara global bahwa wabah ini memang mempengaruhi kelompok yang berhubungan seks sesama jenis, sekali pun memang virus cacar monyet tetap bisa menginfeksi semua orang.

"Di antara 197 pasien ini, semuanya mengalami lesi yang paling sering muncul di alat kelamin dan daerah sekitar anus," bunyi laporan studi, mengutip Newsweek.

Para peneliti juga menemukan 71 orang pasien mengalami nyeri dubur atau nyeri saat buang air besar. Ini juga menjadi alasan utama 8 orang orang sampai harus dirawat di rumah sakit.

Salah satu pasien, pria berusia 46 tahun, mencari pertolongan medis setelah mengalami gejala yang dimulai dengan demam, sakit tenggorokan, dan kelelahan, yang diikuti nyeri dubur yang parah.

"Seminggu setelah gejala itu muncul, nyeri duburnya menjadi sangat parah, sehingga dia perlu dirawat di rumah sakit," tambah laporan itu.

Lebih lanjut, 31 pasien dalam studi ini melaporkan alami edema penis yang ditandai dengan pembengkakan penis. Lima pasien mesti dirawat di rumah sakit karena gejala tersebut.

Secara keseluruhan, 20 peserta studi dirawat di rumah sakit untuk mengobati gejala, yang mana paling sering ditangani adalah nyeri dubur dan pembengkakan penis.

"Ada 22 orang peserta yang hanya punya satu lesi, yang biasanya akan berkembang jadi beberapa lesi di seluruh tubuh. Sembilang orang juga mengalami pembengkakan amandel yang sekali lagi tidak khas untuk penyakit ini," tambah laporan itu.

 BACA JUGA:Kasus Cacar Monyet Makin Meluas, WHO Minta Gay dan Biseksual Tak Gonti-Ganti Pasangan

Perlu dicatat, mayoritas peserta studi ( sekitar 86 persen) ini mengalami gejala umum cacar monyet, seperti demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.

Lantas mengapa muncul gejala baru pada cacar monyet ini?

Julia Bilinska, penulis studi dan pencatat kesehatan seksual di Guys and St Thomas' NHS Foundation Trust menjelaskan, sayangnya sampai saat ini belum bisa diketahui pasti mengapa cacar monyet menyebabkan gejala yang tidak biasa pada beberapa orang tertentu.

Julia memperkirakan, kemungkinan hal ini terjadi karena ada perubahan alami dalam penyakit cacar monyet itu sendiri.

"Ini mungkin menunjukkan adanya perubahan dalam perjalanan penyakit itu sendiri secara alami atau mungkin karena cara penularannya,” ujarnya.

Maka dari itu, dibutuhkan penelitian lebih detail agar bisa mengungkap kenapa gejala baru cacar monyet ini bisa dialami sebagian orang.

Dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk bisa menjawab pertanyaan itu," tandas Julia.

1
2