Share

Payudara Bengkak Akibat Menyusui, Begini Cara Mengatasinya

Syifa Fauziah, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 01:07 WIB
$detail['images_title']
Payudara bengkak akibat menyusui (Foto: NBC News)

SAAT memiliki seorang bayi, pastinya setiap ibu ingin memberikan semua yang terbaik untuk anak mereka. Salah satunya adalah dengan memberi ASI eksklusif minimal 6 bulan.

Selain itu juga para ibu pastinya harus mendapatkan dukungan dari suami dan juga lingkungan sekitar agar perjalanan memberikan ASI berjalan lancar.

 payudara bengkak

Salah satu keluhan yang sering dialami para ibu saat sedang menyusui adalah payudara bengkak, atau dalam dunia medis disebut mastitis.

Mastitis atau payudara bengkak disebabkan oleh beberapa faktor, seperti infeksi bakteri Staphylococcus dan Streptococcus agalactiae. Bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi pada jaringan payudara melalui luka di puting maupun saluran air susu. Biasanya, bakteri ini berasal dari mulut bayi dan permukaan kulit payudara.

Selain itu juga bisa disebabkan oleh penumpukan atau pengendapan sisa ASI yang membuat saluran di payudara menjadi tersumbat.

Dokter Spesialis Anak dan Konselor Laktasi, dr. Jeanne-Roos Tikoalu, Sp.A, IBCLC, CIMI mengatakan, untuk menghindari hal tersebut. Sebaiknya para ibu mengikuti ANC atau perawatan ibu dan janin selama masa kehamilan.

“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Kalau untuk pencegahan sudah tau tadi jalannya, ikuti ANC saat kehamilan, cari tau tentang ASI, datangi rumah sakit, pilih pelayanan kesehatan yang mendukung ASI yang ada konselornya,” ujar Jeanne-Roos saat ditemui.

 BACA JUGA:4 Ramuan Paling Mudah Dicari untuk Mengencangkan Payudara Secara Alami

Namun, tambah Dokter Jeanne-Roos, ketika si ibu sudah mengalami keluhan tersebut, penanganannya memang agak merepotkan. Si ibu harus melakukan kompres hangat dengan tujuan membuat ibu merasa lebih nyaman dan juga membantu merangsang kontraksi otot.

“Jadi ada kontraksi otot dirangsang, caranya dengan kompres hangat. Ibunya diberi minum hangat. Suami dukung dengan memberi pemijatan laktasi. Keluarga juga mendukung, jangan paksa ibu langsung kasih kasih susu formula. Dokter atau tenaga kesehatan harus mendukung dan memantau, apakah asupan kurang. Kalau asupan kurang apa yang harus dilakukan,” jelasnya.

Menurut Dokter Jeanne-Roos, mengikuti ANC saat masa kehamilan sangat penting sekali. Sehingga ketika mengalami keluhan saat masa menyusui, ibu khususnya sudah paham apa yang harus dilakukan.

“Saat terjadi mastitis, pengobatan akan lebih sulit. Karena ibunya udah keskaitan, keluarganya ribut bayinya mau dikasih apa. Melakukan pencegahan lebih baik. Jadi ikuti ANC di awal kehamilan dan sesudahnya dan pilih tenaga medis yang mendukung ASI,” tutup Dokter Jeanne-Roos.

1
2