Share

Varian Covid-19 Saat Ini Sebabkan Reinfeksi? Begini Penjelasannya

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Selasa 02 Agustus 2022 11:32 WIB
$detail['images_title']
Varian Baru Covid-19 Sebabkan Reinfeksi. (Foto: Freepik)

VARIAN Covid-19 saat ini disebut sebabkan reinfeksi, setelah beberapa kasus penyintas Covid-19 mengalami infeksi kembali. Kondisi reinfeksi virus bukanlah hal yang mustahil meski dalam tubuh sudah terbentuk antibodi terhadap virus tersebut.

Terlebih lagi terdapat beberapa varian baru hasil mutasi virus corona yang dalam beberapa penelitian diduga lebih mudah menimbulkan reinfeksi. Diketahui, Covid-19 di Indonesia masih terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Dilansir dari laman covid19.go.id, benarkah varian Covid-19 saat ini sebabkan reinfeksi? Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut ini.

Mutasi virus corona atau SARS-CoV 2 tidak bertujuan meningkatkan kemampuan infeksi varian baru yang tercipta. Beberapa mutasi diketahui justru membuat virus lebih lemah. Hanya saja, sejumlah varian baru virus corona diduga lebih mudah menginfeksi dan menyebabkan reinfeksi bagi penyintas Covid-19 atau sudah mendapat vaksin.

Varian Covid-19 Sebabkan Reinfeksi

Varian baru ini terutama yang memiliki mutasi E484K, seperti alpha, beta, dan gamma. Mutasi yang ada disebut-sebut membuat virus mampu menghindari dan melawan antibodi sehingga tetap mampu berkembang dalam tubuh orang yang terinfeksi. Adapun faktor yang menyebabkan seseorang reinfeksi Covid-19, antara lain:

Memiliki masalah imun

Menurut sejumlah penelitian ditemukan orang yang memiliki gangguan sistem imun mempunyai peluang lebih besar terkena infeksi Covid-19 kembali. Jika memiliki daya tahan kurang baik, virus lebih mudah masuk ke tubuh.

Kadar limfosit kurang

Limfosit ibarat sebagai pasukan militer dalam tubuh manusia. Menurut beberapa penelitian, risiko terjangkit Covid-19 lagi lebih besar pada orang yang kadar limfositnya rendah.

Tak menaati protokol kesehatan

Protokol kesehatan berupa mencuci tangan sesering mungkin, mengenakan masker, dan menjaga jarak wajib harus diterapkan meski sudah pernah positif Covid-19. Pengabaian protokol dapat meningkatkan risiko reinfeksi Covid-19.

Orang berusia lanjut

Dalam beberapa penelitian menyatakan orang yang masuk kategori lanjut usia (55 tahun ke atas) lebih banyak mengalami reinfeksi Covid-19 ketimbang yang berusia lebih muda.

Demikian penjelasan terkait benarkah varian Covid-19 saat ini sebabkan reinfeksi yang perlu diketahui. Lantaran, kasus Covid-19 terus meningkat, hendaknya tetap menjaga protokol kesehatan.

1
2