Share

Waspadai Gangguan Pencernaan, Risiko Terparah Bisa Kanker

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Senin 01 Agustus 2022 12:17 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

GANGGUAN pencernaan termasuk salah satu penyakit yang dirasakan oleh siapapun. Beberapa makanan yang tersebar di masyarakat merupakan biang keladi gangguan pencernaan seseorang. Hal itu karena kandungan dari makanan itu memiliki fermentasi yang cepat sehingga membuat pencernaan jadi bermasalah.

Untuk itu, mengetahui penyebab seseorang mengalami gangguan pencernaan jadi penting, agar suatu waktu mengalaminya, bisa mendeteksi cepat dan dapat mengambil penanganan efektif. Alhasil gangguan itu bisa mudah dan lebih cepat diatasi.

Dikutip dari Cleveland Clinic, penyebab gangguan pencernaan adalah jenis makanan yang salah, minum terlalu banyak alkohol atau kafein. Makan terlalu banyak atau terlalu cepat serta kudapan yang berlemak, pedas atau asam.

Mengalami stres atau kecemasan dan minum obat tertentu, terumata dikonsum,si saat kosong merupakan salah satu gangguan pencernaan.

Terkadang gangguan pencernaan berarti ada masalah di saluran pencernaan Anda. Sistem pencernaan Anda mengandung organ yang membantu tubuh Anda memecah makanan dan menyerap nutrisi.

Gejala gangguan pencernaan mungkin termasuk rasa asam di mulut Anda, perut kembung ditambah terbakar di perut atau perut bagian atas.Bersendawa dan gas lalu  muntah dan mual 

Berbagai gejala di atas bisa sangat mengganggu aktivitas. Bila dibiarkan terjadi berkelanjutan atau tanpa pengobatan, keluhan bisa bertambah parah dan benar-benar menurunkan kualitas hidup Anda.

Faktor risiko dari gangguan pencernaan adalah radang perut, GERD atau bisa mengalami kanker perut dan perlu diwaspadai.

Sementara itu, pola hidup memegang peran penting bagi kesehatan. Ketika dijalani dengan tepat, maka sejumlah ancaman penyakit bisa dihindari. Sebaliknya, pola hidup tak sehat tentu mengundang beragam penyakit datang.

Gangguan pencernaan misalnya, di era modern ini lebih banyak menyerang usia produktif ketimbang usia tua. Penyebabnya, gaya hidup serba instan menjadi hal yang memengaruhi kecenderungan tersebut.

Sedangkan untuk penanganan gangguan pencernaan tidak bisa langsung divonis langsung. Sebab tahapnya harus melewati screening dahulu untuk mendapat diagnosa yang valid, kemudian baru diberikan resep obat yang cocok merujuk pada keluhannya.

Demikian pemahaman terkait gangguan pencernaan yang perlu dipahami dan diwaspadai.

(RIN)

1
3