Share

Wujudkan Ketahanan Kesehatan, Menkes Budi Berharap Makin Banyak Ilmuwan dan Praktisi Farmasi Dilahirkan

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 01 Agustus 2022 09:11 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi berharap makin banyak ilmuwan dilahirkan (Foto: Ist)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peran industri farmasi selama ini cukup aktif. Oleh karena itu, ia mengajak agar lebih banyak melahirkan ilmuwan, ahli, dan praktisi yang berkualitas dalam rangka mewujudkan ketahanan kesehatan nasional.

Menkes Budi juga menjelaskan, bahwa saat ini Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tengah fokus dalam mewujudkan ketahanan kesehatan sebagai salah satu pilar transformasi kesehatan.

 Menkes Budi

Kemudian pasar sasaran nantinya bisa terpenuhinya kebutuhan sediaan farmasi. Serta alat kesehatan nasional oleh produksi dalam negeri. Terlebih mewujudkan ketahanan kesehatan nasional melalui beasiswa.

Agar harapan tersebut tercapai, kata Menkes Budi, maka dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak termasuk akademisi, industri, pemerintah dan masyarakat, khususnya dalam menghasilkan ilmuwan, ahli dan praktisi yang berkualitas.

"Dan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas produksi sediaan farmasi dalam negeri," katanya dalam acara Dexa Award Science Scholarship 2022.

 BACA JUGA:Ajak Masyakarat Jalan Kaki 30 Menit Sehari, Menkes: Sehat Itu Mahal

Menkes Budi melanjutkan, melalui beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa, akademisi dan dokter, diharapkan kualitas SDM di bidang kesehatan dapat meningkat dan mampu bersaing di tingkat internasional.

Dengan adanya beasiswa itu, kata Menkes Budi, diharapkan dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi generasi muda Indonesia. Khususnya dalam pengembangan ilmu dan teknologi, berkarya secara kreatif, berinovasi dan berkontribusi dalam pembangunan manusia Indonesia.

Sementara itu, Pimpinan Dexa Group Ferry Soetikno mengatakan, pihaknya melalui Dexa Award telah memberikan lebih dari 3.000 beasiswa. Di mana di dalamnya mencakup tingkat pendidikan dasar, profesi apoteker, hingga Strata 2 (S2) kepada masyarakat Indonesia.

1
2