Share

Warning! Cacar Monyet Diprediksi Sebabkan Lebih Banyak Kematian

Kevi Laras, Jurnalis · Senin 01 Agustus 2022 07:20 WIB
$detail['images_title']
Cacar monyet diprediksi sebabkan banyak kematian (Foto: Sun Live)

WABAH cacar monyet masih berlangsung hingga kini. Tak hanya berdampak serius di Afrika, tapi juga begitu berdampak di benua Eropa

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Eropa menjelaskan, perkembangan wabah cacar monyet di Eropa, dinilai bisa meningkatkan kasus kematian.

 Cacar Monyet

"Dengan penyebaran cacar monyet yang terus berlanjut di Eropa, kami memperkirakan akan melihat lebih banyak kematian," kata Catherine Smallwood, Pejabat Darurat Senior di WHO Eropa, dikutip dari Channel News Asia kemarin.

Memprediksi akan banyak angka kematian ke depannya, WHO Eropa meminta negara-negara Eropa agar segera melakukan pencegahan penularan virus cacar monyet demi menghentikan wabah ini, meskipun banyak kasus penyakit itu sembuh sendiri tanpa perlu pengobatan.

Catherine menegaskan, meski banyak kasus yang menunjukkan infeksi cacar monyet bisa sembuh dnegan sendirinya. Tapi hal ini tak mengubah penilaian WHO Eropa, bahwa cacar monyet bisa menimbulkan komplikasi.

 BACA JUGA:Brasil dan Spanyol Laporkan Kasus Kematian Pertama Akibat Cacar Monyet

"Kami tahu bahwa meskipun dalam banyak kasus, ini bisa sembuh sendiri. Cacar monyet dapat menyebabkan komplikasi parah," tambahnya.

Sementara itu, Eropa sendiri sudah mencatat angka kematian akibat cacar monyet, dengan laporan kasus kematian pertama dari Spanyol. Bersama dengan laporan kasus kematian pasien cacar monyet dari Brasil, menjadikan kematian tersebut jadi angka kematian karena cacar monyet yang terjadi di luar Afrika.

Menurut WHO cacar monyet tidak mudah menular antar manusia, membutuhkan kontak dekat yang lama dengan lesi, cairan tubuh, tetesan pernapasan atau bahan yang terkontaminasi seperti tempat tidur.

Sementara gejala awalnya, mulai muncul dalam satu dan dua minggu setelah infeksi, termasuk demam, sakit kepala, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan otot. Hal ini diikuti dengan munculnya, ruam khas dengan pustula di wajah, tangan, dan di tempat lain di tubuh.

1
2