Share

Seberapa Besar Efikasi Vaksin Booster Covid-19? Dokter: Cegah Kematian Hingga 80 Persen

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 31 Juli 2022 19:00 WIB
$detail['images_title']
Vaksin Covid-19, (Foto: Freepik)

PEMBERIAN vaksin booster Covid-19 dosis kedua di Indonesia telah dimulai sejak Jumat 29 Juli lalu. Dimulai dengan para tenaga kesehatan (nakes) sebagai kelompok prioritas pertama.

Hal ini menjadikan para nakes menjadi kelompok orang pertama yang mendapatkan empat dosis vaksin Covid-19. Dengan berlanjutnya dosis vaksin Covid-19 ini, menimbulkan pertanyaan, memang seberapa besar sih keefektivitasan vaksin Covid-19, termasuk vaksin booster ini dalam melawan penyakit infeksi Covid-19?

Menurut Dr. Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan, manfaat dari vaksin tidak bisa dianggap remeh. Khususnya saat ini, di tengah kelonjakan kasus positif Covid-19, pemberian booster bisa memberikan perlindungan yang lebih.

"Kalau Covid-19 ini masih sesuatu yang baru, kalau ditanya sampai berapa lama?. Sejauh ini baru 2 tahun penelitiannya selama ini cukup efektif," ujar Dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal, Minggu (31/7/2022).

Efektivitas vaksin Covid-19 terbukti mampu meminimalisir gejala buruk hingga kematian, katanya. Namun efikasi atau manfaat bisa berkurang sehubungan dengan munculnya varian/subvarian baru, seperti BA.4 dan BA.5 memilki kemampuan escape imunity atau menghindari antibodi (sistem kekebalan tubuh).

Meski demikian, tetap masih dianggap efektif sebagai salah satu upaya melindungi diri.

"Untuk menghadapi varian baru untuk efektivitasnya itu bisa berkurang, tapi setidaknya masih efektif," katanya menambahkan

Sejauh ini, dr. Fajri menambahkan, vaksinasi Covid-19 (dosis primer) mampu meminimalisir dampak fatal akibat Covid-19 yakni kematian hingga 50 persen. Jika ditambah booster lagi, persentasenya bisa naik jadi 70 sampai 80 persen.

"Jadi kalau dalam hal ini sebenarnya, vaksin pertama tanpa booster pun masih efektif. Di mana di atas 50 persen mencegah kematian, ditambah booster jadi tambah efektif lagi, misalnya 60 persen ditambah booster jadi naik lagi menjadi misalnya 70 sampai 80 persen," pungkas Dr. Fajri

 BACA JUGA:Tenaga Kesehatan Mulai Diberi Booster Kedua, Apa 3 Jenis Vaksin Rekomendasinya?

BACA JUGA:Setelah Nakes, Ahli Epidemiologi Usulkan Wartawan Jadi Prioritas Penerima Vaksin Booster Kedua

1
2