Share

Studi Penelitian Inggris: Virus AAV2 Berperang Penting di Hepatitis Akut Misterius

Kevi Laras, Jurnalis · Minggu 31 Juli 2022 18:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

HEPATITIS akut misterius pada anak yang tengah berkembang saat ini, menambah kekhawatiran di tengah-tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

Para peneliti terus berupaya menemukan, sebenarnya apa penyebab pasti dari hepatitis akut misterius pada anak ini. Salah satunya, lewat studi penelitian yang dilakukan di Inggris ini.

Penelitian digelar dengan melibatkan dua studi baru yang dilakukan secara independen dan serentak di Skotlandia dan London. Para ilmuwan, mengutip Channel News Asia, Minggu (31/7/2022) menemukan virus bernama AAV2 (virus terkait adeno 2), ternyata memainkan peran penting pada 96 persen dari semua pasien hepatitis akut yang diperiksa.

Lebih lanjut, kedua tim menyimpulkan bahwa koinfeksi dengan virus AAV2 dan adenovirus atau virus herpes HHV6, kurang lebih bisa jadi penjelasan terbaik di balik penyakit hati yang parah ini. Virus AAV2 ini hadir dengan karakter tidak dapat mereplikasi dirinya sendiri tanpa adanya virus "penolong" lain.

"Kehadiran virus AAV2 dikaitkan dengan hepatitis yang tidak dapat dijelaskan pada anak-anak," kata profesor penyakit menular Emma Thomson dari University of Glasgow, yang memimpin studi Skotlandia.

Ia menambahkan, maka dari itu penting juga untuk memahami sirkulasi musiman AAV2, virus yang tidak dipantau secara rutin.

Kendati demikian, Profesor Emma memperingatkan bahwa belum pasti apakah virus AAV2 multak yang menyebabkan penyakit hepatitis akut misterius ataukah hanya merupakan biomarker untuk infeksi adenovirus, yang sulit dideteksi tetapi merupakan patogen utama.

Pada saat yang sama, kedua tim peneliti menegaskan tidak ada korelasi antara infeksi SARS-CoV-2 baru-baru ini atau sebelumnya sebagai penyebab langsung dari hepatitis akut. Mengingat tidak ada virus corona yang ditemukan pada organ hati pasien.

Sementara penelitian di Skotlandia menemukan, ada dua pertiga pasien memiliki antibodi terhadap virus corona. Deirdre Kelly, seorang profesor hepatologi pediatrik di University of Birmingham mengatakan situasi seperti ini memang masuk akal.

"Saya pikir ini adalah penjelasan yang masuk akal untuk kasus-kasus ini. Sepertinya koinfeksi adalah kuncinya," kata Deirdre yang kebetulan tak terlibat dalam studi di atas.

 BACA JUGA:Update Hepatitis Akut Indonesia : 11 Orang Meninggal Dunia

BACA JUGA:Sudah Ada 650 Kasus Hepatitis Akut Misterius, Yuk Waspadai 13 Gejala Utamanya

1
2