Share

Efek Gangguan Nikotin, Salah Satunya Bikin Perokok Mudah Marah

Cita Zenitha, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2022 12:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto:Zee News)

GANGGUAN nikotin merupakan kondisi seseorang ketergantungan menikmati zat nikotin. Bahaya nikotin tidak hanya terjadi saat dewasa melainkan bahaya paparan nikotin terhadap tumbuh kembang anak, yakni gangguan kecerdasan dan tingkah laku hingga gangguan konsentrasi karena ada kerusakan pada korteks cerebri.

Umumnya zat nikotin dapat ditemukan pada tembakau rokok. Protein yang disebut reseptor nikotin alpha-4-beta-2 dapat menetap di sel otak seseorang yang mulai melakukan kebiasaan merokok atau mengunyah tembakau. Nikotin kemudian menempel di reseptor, menyebabkan protein membuka jalur agar ion masuk ke dalam sel.

Proses tersebut bermanfaat bagi kognitif seperti meningkatkan kemampuan mengingat dan fokus, tapi memicu kecanduan.

Dikutip dari berbagai sumber, gangguan nikotinĀ  akan memberikan efek bahagia dan senang yang bersifat sementara pada otak. Bila tidak mengkonsumsi nikotin orang tersebutĀ  bisa merasa cemas dan mudah marah. Aktivitas sehari-harinya menjadi terganggu dan tidak bisa berkonsentrasi.

Gejala yang ditimbulkan setelah seseorang menunjukkan perilaku berlebihan terhadap konsumsi nikotin adalah jantung berdetak tidak karuan, berat badan naik, tekanan darah meningkat emosi tidak stabil dan sulit tidur hingga berbicara.

Penyebab gangguan nikotin berasal dari nikotin tembakau yang terdapat pada rokok. Nikotin memberikan pengaruh besar pada otak dan tubuh.

Pada seorang perokok, nikotin memberikan rasa nyaman, rileks, bersemangat dan sebaliknya. Sebab semakin sering seseorang menghisap rokok maka akan semakin kecanduan dan bertambah pula dosis nikotin yang digunakan.

Berikut ini adalah faktor risiko penyebab seseorang bisa mengalami gangguan nikotin yakni

1. Faktor genetik memengaruhi respon otak Semakin muda usia seseorang mulai merokok maka semakin besar kemungkinan ia menjadi perokok berat.

2. Orang yang tinggal pada lingkungan perokok rentan menjadi menjadi seorang perokok dan menyalahgunakan NAPZA serta mengalami stres atau depresi

Supaya tidak terkena gangguan nikotin bagi seorang perokok sebenarnya bisa melakukan pencegahan sedini mungkin. Berikut pencegahan yang bisa dilakukan:

1. Mulai berhenti merokok seketika tanpa melakukan pengurangan jumlah rokok.

2. Menunda untuk merokok pada 2 jam pertama merokok. Misalnya biasanya pertama kali merokok pada jam 8 pagi maka besok harus menundanya menjadi jam 10. Lakukan penundaan setiap hari sampai benar-benar berhenti.

3. Selain menunda, perokok juga bisa mengurangi jumlah batang rokok harian

Pencegahan seperti ini sebenarnya tidak benar-benar efektif apalagi jika seseorang tersebut sudah sampai tahap kecanduan. Oleh karena itu jika keinginan merokok tidak bisa dibendung lagi, perokok bisa melakukan beberapa metode seperti melakukan konseling dengan dokter, terapi perilaku, terapi penggantian nikotin terapi obat-obatan. (RIN)

1
3