Share

Gejala Gangguan Muskuloskeletal, Susah Tidur Hingga Sering Kelelahan

Cita Zenitha, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2022 10:17 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: MD Now)

GANGGUAN muskuloskeletal merupakan penyakit yang jarang diketahui. muskuloskeletal sering terjadi akibat sedentary lifestyle. Selain juga, gangguan ini paling banyak dialami orang bekerja dengan berbagai profesi.

Rasa sakit pada jaringan penyangga tulang, diakibatkan dari patah tulang saat kegiatan berolahraga atau kecelakaan, luka tusuk, luka, infeksi hingga faktor degeneratif atau penuaan.

Sistem muskuloskeletal pada tubuh berguna untuk melindungi tubuh dan organ tertentu dalam melakukan gerak. Ada enam substansi yang mendukung kerja muskuloskeletal yaitu kartilago, ligamen, otot, tendon, pembuluh darah dan struktur tulang.

Dikutip dari berbagai sumber, istem muskuloskeletal merupakan sistem pada tulang sendi dan jaringan lunak. Tulang terdiri dari 270 tulang saat lahir dan 206 tulang saat dewasa. Organ tulang berfungsi sebagai tempat melekatnya otot, menyangga tubuh dan tulang memiliki kemampuan sembuh yang sangat baik.

Adapun persendian merupakan pertemuan antartulang yang berfungsi sebagai engsel dan memungkinkan terjadinya pergerakan. Sedangkan jaringan lunak terdiri dari otot, saraf dan pembuluh darah.

Beberapa gejalanya adalah mengalami gangguan tidur, kesemutan dan mati rasa, mengalami peradangan dan pembengkakan, sering kelelahan.

Ada beberapa pekerjaan yang mengharuskan seseorang menggunakan sikap tubuh tertentu secara berulang. Faktor risikonya adalahĀ  gangguan muskuloskeletalĀ  bisa disebabkan karena seseorang terus melakukan kegiatan tanpa henti. Ada beberapa faktor resiko dari muskuloskeletal, yaitu getarara, postur yang tidak tepatĀ  dan terlalu lama memutar tubuh dan membungkuk. Lalu, membawa benda-benda berat, mendorong dan mengangkat menggunakan tenaga lebih

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu yang menjadi penyebab gangguan muskuloskeletalĀ  bisa dari beberapa faktor seperti gaya hidup, pekerjaan, usia dan tingkat aktivitas. Sebenarnya muskuloskeletal dapat kita cegah sebelum keadaannya berlangsung cukup parah, yaitu dengan mengistirahatkan tubuh dari melakukan pekerjaan signifikan walau hanya sesaat, membatasi tubuh dari memaksa mengangkat beban berat lalu duduk menggunakan kursi yang empuk jika diharuskan duduk dalam waktu yang lama

Taruh benda-benda yang penting bagimu tidak jauh dari mu supaya kamu tidak perlu terlalu melakukan peregangan dan emilih menggunakan troli saat belanja dan tidak menggunakan keranjang belanja

Demikianlah penjelasan mengenai gangguan muskuloskeletal. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa.

(RIN)

1
2