Share

Mengenal SADS, Hati-Hati Sebabkan Kematian Saat Tidur

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 30 Juli 2022 08:30 WIB
$detail['images_title']
SADS menyebabkan kematian saat tidur (Foto: Healthline)

ORANG yang sedang beristirahat, seperti tidur tanpa sadar bisa mengalami gangguan. Salah satu gangguan itu, Sudden arrhythmic death syndrome (SADS) alias Sudden Adults Death Syndrome yang merupakan masalah bawaan dengan sistem kelistrikan jantung.

SADS merupakan kondisi di mana sistem kelistrikan jantung mengalami gangguan dengan detak jantung tidak normal. SADS bisa menyebabkan seseorang meninggal secara mendadak. Namun SADS ini banyak yang belum mengenalnya, apalagi masyarakat awam.

 tidur

Lantas seperti apa gejalanya?

Untuk gejala agak bervariasi di antara berbagai jenis sindrom kematian aritmia mendadak, gejala umum meliputi:

-Pingsan atau kejang saat berolahraga, bersemangat atau takut

-Nyeri dada saat berolahraga

-Sesak napas saat berolahraga

"Kondisi yang menyebabkan aritmia (SADS) ini, biasanya diturunkan dari orang tua ke anak," keterangan dilansir Cleveland Clinic.

Sementara melansir WebMD, kematian jantung mendadak membunuh 450.000 orang per tahun di Amerika Serikat. Ini terjadi ketika jantung tiba-tiba berhenti berdetak, karena masalah dengan sistem kelistrikan jantung.

Masalah-masalah itu menyebabkan detak jantung tidak teratur. Kondisi ini harus diobati dalam beberapa menit agar bisa bertahan hidup.

Bagaimana Didiagnosis?

Melansir dari Cleveland Clinic bahwa sindrom kematian aritmia mendadak didiagnosis oleh penyedia layanan kesehatan. Metode diagnostik bervariasi menurut jenis sindrom kematian mendadak aritmia, berikut alat diagnostik mungkin termasuk:

-Elektrokardiogram (EKG) .

-Tes genetik.

-Tes stres treadmill .

-Tes provokasi katekolamin (memeriksa reaksi jantung Anda terhadap obat yang diberikan oleh penyedia Anda).

-Pemantau Holter .

-Ekokardiogram .

-USG janin .

-Tes diagnostik kateterisasi jantung .

-Studi elektrofisiologi.

(DRM)

1
1