Share

Mengenal Perikarditis, Berikut Gejala dan Cara Mengobatinya

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2022 19:05 WIB
$detail['images_title']
Mengalami perikarditis (Times of india)

PENYAKIT perikarditis menjadi perhatian karena diketahui jadi efek samping, dari vaksinasi cacar monyet. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM.

Namun perikarditis masih tak banyak diketahui masyarakat. Melansir dari Mayoclinic, perikarditis merupakan penyakit pembengkakan dan iritasi pada jaringan tipis seperti kantung yang mengelilingi jantung (perikardium).

 mengalami perikarditis

"Salah satu risikonya memang ada perikarditis atau ada peradangan selaput jantung dan ada juga penimbunan cairan di jantung," ujar Prof Zubairi.

Dalam kasusnya, perikarditis biasanya ringan dan hilang tanpa pengobatan. Lantas bagaimana gejala dan pengobatannya?

Rasa nyeri perikarditis biasanya terjadi di belakang tulang dada atau di sisi kiri dada, rasa sakitnya, seperti

-Menyebar ke bahu kiri dan leher

-Semakin parah saat batuk, berbaring atau menarik napas dalam-dalam

-Menjadi lebih baik saat duduk atau bersandar ke depan

Sementara untuk tanda dan gejala lain dari perikarditis mungkin termasuk:

-Batuk

-Kelelahan atau perasaan lemah atau sakit secara umum

-Kaki bengkak

-Demam ringan

-Detak jantung berdebar atau berpacu (jantung berdebar-debar)

-Sesak napas saat berbaring

-Pembengkakan perut (abdomen)

Sehubungan dengan ini, dalam pengobatan akan tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Menurut Healthline dikebanyakan kasus, perikarditis ringan dan akan hilang dengan sendirinya atau perawatan sederhana, seperti obat antiinflamasi dan istirahat.

 BACA JUGA:Miris! 6 Provinsi di Indonesia Tak Punya Layanan Pasang Ring Jantung, Pasien Hanya Bisa Berdoa?

Berikut obat -obat yang bisa digunakan dalam pengobatan perikarditis, antara lain:

-Obat kolkisin

Colchicine adalah obat pereda peradangan secara efektif meminimalkan durasi gejala dan mencegah perikarditis berulang.

-Obat kortikosteroid

Kortikosteroid efektif dalam mengurangi gejala perikarditis. Menurut studi yang lebih tua menunjukkan bahwa penggunaan awal kortikosteroid, memiliki peningkatan risiko kekambuhan perikarditis. Dokter biasanya menyarankan obat ini, kecuali dalam kasus ekstrim yang tidak merespon pengobatan tradisional.

-Operasi

Pembedahan atau operasi diperlukan untuk perikarditis berulang yang tidak merespon pengobatan lain. Pengangkatan perikardium disebut perikardiektomi. Biasanya, dokter hanya merekomendasikan ini sebagai terapi lini terakhir.

1
2