Share

Kemenkes: 1 Juta Orang Indonesia Ramai Berobat ke Luar Negeri, Habiskan 1,1 Miliar Dolar!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 28 Juli 2022 14:13 WIB
$detail['images_title']
Wamenkes Dante, (Foto: MPI/Sukardi)

SUDAH bukan rahasia lagi, jika masyarakat Indonesia yang mampu, banyak yang memilih untuk pergi berobat ke luar negeri.

Biasanya, negara-negara tujuan untuk berobat baik konsultasi atau bahkan operasi ini mulai dari Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat.

Faktanya, seperti diungkap Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono, tak tanggung-tanggung ternyata hampir 1 juta warga Indonesia yang ramai melancong ke luar negeri untuk berobat.

"Ada sekitar 600.000 sampai 1 juta orang Indonesia yang berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan," terang Wamenkes Dante, saat ditemui di Gedung Prodia Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2022).

Total biaya yang mesti dikeluarkan yang dihabiskan untuk berobat ke luar negeri pun tak main-main banyaknya.

"Biaya yang keluar dari pelayanan kesehatan ke luar negeri itu berkisar antara 1 sampai 1,1 miliar dolar. Ini tentu bukan jumlah yang sedikit," sambungnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat ke luar negeri ini, jadi perhatian pemerintah khususnya Kementerian Kesehatan.

Artinya, dengan nominal begitu tinggi yang keluar padahal idelanya uang tetap bisa berputar cukup di dalam negeri dan sekaligus cerminan bahwa pelayanan kesehatan di Indonesia dinilai masih belum cukup baik, sehingga pengobatan ke luar negeri tetap jadi pilihan bagi sebagian masyarakat kita.

Berkaca pada fakta ini, Kemenkes saat ini tengah berupaya memodifikasi sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, salah satunya dengan melaksanakan transformasi kesehatan yang salah satu fokusnya adalah teknologi kesehatan. Supaya masyarakat Indonesia, tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima.

 BACA JUGA:Wamenkes Dante: Vaksin Covid-19 BUMN Diarahkan Jadi Pilihan Booster

BACA JUGA:Wamenkes Beri Alasan Indonesia Belum Bisa Masuk Endemi

"Dalam hal ini, peran teknologi kesehatan diperlukan untuk melakukan transformasi sehingga pelayanan kesehatan di dalam negeri bisa dilakukan maksimal," jelas Wamenkes Dante.

1
2