Share

Kisah Rico Penyintas Covid-19, Sempat Jadi Omongan Tetangga

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 18:15 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi pasien, (Foto: Freepik)

SUDAH jatuh lalu tertimpa tangga pula, peribahasa klasik satu ini mungkin cocok untuk menggambarkan kondisi yang dialami oleh Rico Sihombing. Salah satu penyintas Covid-19 di masa awal pandemi, Maret 2020.

Kepada Okezone, Rico Sihombing berbagi cerita pengalaman kurang menyenangkan, terkait situasi dirinya menjadi pasien Covid-19 saat itu.

Rico menuturkan, karena perangkat rukun tetangga (RT) di tempat tinggalnya, data pribadi dirinya dan sang istri menyebar luas tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.

“Kalau soal pengucilan dari masyarakat saya belum tahu pastinya. Di lingkungan tempat tinggal sekarang, ini lingkungan saya dari kecil. Memang setelah dinyatakan positif, ada informasi yang dibuat dan disebarkan oleh RT soal kondisi saya, mencantumkan nama saya dan istri tanpa izin," ungkap Rico saat dihubungi Okezone.

"Tadinya info ini menurut RT untuk kepentingan RW saja, tapi jadi menyebar ke mana-mana,” sambungnya.

Rico menyebut, sebetulnya ia sendiri tidak malu berstatus sebagai pasien positif, karena ini bukanlah suatu aib yang harus ditutupi. Namun, ia menyanyangkan penyebaran data pribadi tanpa izin miliknya dan sang istri.

“Saya tidak masalah, karena buat saya enggak perlu malu dan merasa aib kalau kena Covid-19. Cuma sesuai aturan hukum apa yang dibuat Pak RT ini meskipun niatnya baik,” curhat Rico.

Akhirnya sang istri memutuskan untuk menegur pihak RT setempat atas tindakan teledor tersebut.

“Ini indakan tidak benar dan melanggar UU KIP, karena publikasi identitas pasien tanpa izin pasien dan keluarga. Istri sudah menegur dan Pak RT sudah minta maaf,” imbuhnya.

Terakhir, berkaca pada pengalamannya sebagai penyintas, Rico berpesan sejatinya para pasien Covid-19 bukan hanya butuh dukungan dari keluarga. Tapi juga orang-orang terdekat lainnya di lingkungan sekitar.

“Pasien Covid-19 perlu dukungan dari keluarga dan semua pihak, untuk itu tidak perlu merasa malu bahkan minder kalau anggota keluarga ada yang positif Covid-19,” tutupnya.

1
2