Share

Miris! 6 Provinsi di Indonesia Tak Punya Layanan Pasang Ring Jantung, Pasien Hanya Bisa Berdoa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 11:51 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

Masalah tak berhenti hanya di ketersediaan layanan tindakan prosedur pasang ring, tapi juga aspek para tenaga ahli. Menurut data yang dihimpun Menkes Budi, untuk bisa melakukan tindakan pasang ring jantung, diperlukan sampai empat orang dokter ahli.

"Keempat spesialis ahli itu tidak bisa dihadirkan hanya dalam waktu 6 bulan, beda dengan membeli alat yang sangat memungkinkan dilakukan dalam 6 bulan. Nah, kalau mau menghadirkan ahli jantung, diperlukan waktu 4 tahun lamanya," curhat Menkes Budi.

Melihat kondisi nyata betapa masih kurang memadainya sistem pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Bersama Kemenkes, Menkes Budi menargetkan pada 2024, semua Provinsi dan 50 persen Kabupaten/Kota di Indonesia sudah bisa memberikan layanan kesehatan optimal sampai level utama.

"Pelayanan kesehatan utama itu artinya, di level Provinsi, fasilitas pelayanan kesehatan sudah bisa melakukan tindakan bedah jantung terbuka. Sementara itu, di level Kabupaten/Kota sudah bisa pasang ring," tutup Menkes Budi.

(rpa)