Share

Miris! 6 Provinsi di Indonesia Tak Punya Layanan Pasang Ring Jantung, Pasien Hanya Bisa Berdoa?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 11:51 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

SISTEM pelayanan fasilitas kesehatan bagi pengidap penyakit jantung di Indonesia tampaknya memang masih banyak memiliki kendala.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin melaporkan bahwa hingga saat ini masih cukup banyak daerah provinsi di Indonesia yang fasilitas kesehatannya tidak memiliki layanan untuk pasang ring jantung.

“6 Provinsi di Indonesia yang tidak punya layanan pasang ring jantung,” ujar Menkes Budi, kala ditemui rekan media baru-baru ini di Jakarta.

Keenam Provinsi tersebut yakni, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Maluku Selatan, Papua, dan Papua Barat.

Lantas, bagaimana nasib pasien penyakit jantung di sana? Menkes Budi sempat bercerita di acara peluncuran SatuSehat, dirinya sempat bertanya ke salah seorang dokter, ‘Bagaimana kalau pasien di Ternate butuh tindakan pemasangan ring jantung?’.

Kemudian Menkes Budi hanya mendapat jawaban tidak memuaskan dari sang dokter,

“Yang terjadi, pak, ya, kami cuma bisa berdoa,” bunyi jawaban sang dokter.

 

(Foto: MPI/Sukardi)

Sayangnya, kondisi miris ini benar terjadi di Indonesia. Artinya, memang pelayanan kesehatan sampai ke level utama masih belum merata dan menyeluruh di Indonesia.

Masalah tak berhenti hanya di ketersediaan layanan tindakan prosedur pasang ring, tapi juga aspek para tenaga ahli. Menurut data yang dihimpun Menkes Budi, untuk bisa melakukan tindakan pasang ring jantung, diperlukan sampai empat orang dokter ahli.

"Keempat spesialis ahli itu tidak bisa dihadirkan hanya dalam waktu 6 bulan, beda dengan membeli alat yang sangat memungkinkan dilakukan dalam 6 bulan. Nah, kalau mau menghadirkan ahli jantung, diperlukan waktu 4 tahun lamanya," curhat Menkes Budi.

Melihat kondisi nyata betapa masih kurang memadainya sistem pelayanan kesehatan masyarakat di Indonesia. Bersama Kemenkes, Menkes Budi menargetkan pada 2024, semua Provinsi dan 50 persen Kabupaten/Kota di Indonesia sudah bisa memberikan layanan kesehatan optimal sampai level utama.

"Pelayanan kesehatan utama itu artinya, di level Provinsi, fasilitas pelayanan kesehatan sudah bisa melakukan tindakan bedah jantung terbuka. Sementara itu, di level Kabupaten/Kota sudah bisa pasang ring," tutup Menkes Budi.

1
2