Share

Kemenkes Luncurkan Platform Satu Sehat, Masyarakat Tak Perlu Repot Bawa Rekam Medis Saat Pindah Rumah Sakit

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 27 Juli 2022 09:45 WIB
$detail['images_title']
Kemenkes luncurkan SatuSehat, (Foto:MPI/Sukardi)

KEMENTERIAN Kesehatan RI diketahui baru saja melakukan terobosan inovasi yang diharapkan dapat memudahkan masyarakat Indonesia, dalam proses rangkaian mendapatkan perawatan.

Platform SatuSehat, dihadirkan sebagai bentuk nyata transformasi sistem kesehatan yang lebih baik. Disampaikan Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melalui platform ini, pasien yang sebelumnya mengalami kesulitan dalam mengakses rekam medis, terlebih jika berpindah-pindah fasilitas kesehatan.

"Lewat integrasi ini, kami ingin standarkan datanya supaya bisa interchange,” papar Menkes Budi saat ditemui di acara peluncuran SatuSehat di kawasan Jakarta, baru-baru ini.

Bahkan, ke depannya catatan rekam medis ini bisa diakses juga di aplikasi PeduliLindungi.

“Nantinya, data kesehatan pasien di SatuSehat terintegrasi juga ke PeduliLindungi. Jadi, pasien kalau dirujuk ke rumah sakit tidak perlu repot-repot diperiksa lagi atau dokumennya dikirim," imbuhnya.

Menkes Budi melanjutkan, semua menjadi cukup satu pintu karena semua data seperti USG, rekam jantung, CT-Scan, pun data kesehatan lainnya akan masuk ke PeduliLindungi. Bahkan, pasien beli obat di apotek maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya juga bisa masuk ke PeduliLindungi.

 

(Foto: MPI/Sukardi)

Data hasil intergrasi ini, dengan mudah bisa diakses melalui ponsel pintar.

"Lewat SatuSehat, masyarakat tidak perlu lagi membawa berkas rekam medis fisik jika harus berpindah rumah sakit. Semua resume rekam medis telah terekam secara digital di SatuSehat yang terintegrasi dengan PeduliLindungi. Masyarakat bisa akses resume tersebut melalui ponsel di mana pun dan kapan pun," tambahnya.

Mengingat semua akan terkoneksi di SatuSehat, semua aplikasi mau pun fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit vertikal, rumah sakit pemerintah, rumah sakit swasta, Puskesmas, Posyandu, laboratorium, klinik, hingga apotek harus mengikuti standar yang telah ditetapkan Kemenkes di platform SatuSehat ini.

Dalam mengembangkan platform SatuSehat, Kemenkes diketahui mengadopsi model infrastruktur Platform-as-a-service (PAAS) yang menghubungkan seluruh ekosistem pelaku industri kesehatan untuk menciptakan satu data kesehatan nasional yang dapat diandalkan.

"Kami berharap, ini terus berkembang bukan hanya data klinis maupun data obat terapi, juga data genomic yang akan kami luncurkan Agustus mendatang, sehingga Indonesia akan memiliki advance health data system yang juga terintegrasi dengan data kependudukan," harap Menkes Budi.

 BACA JUGA:Menkes Minta Masyarakat Segera Booster, Cegah Masuk Rumah Sakit!

BACA JUGA:Menkes Budi Sebut Varian BA.4 dan BA.5 Punya Kemampuan 3 Kali Lipat Menembus Vaksin

Perlu diketahui, integrasi yang akan terjadi meliputi sistem pencatatan tuberkulosis, sistem pencatatan secara digital data kematian Maternal dan Perinatal, imunisasi, sistem rujukan nasional, kesehatan ibu dan anak, sistem informasi manajemen data terpadu kesehatan lingkungan, dan pengendalian penyakit.

SatuSehat sendiri ditargetkan sudah bisa diakses oleh masyarakat pada 2023. Kemenkes memastikan 8.000 fasilitas pelayanan kesehatan akan saling terintegrasi demi memudahkan masyarakat mendapatkan akses rekam medisnya.

1
2