Share

Studi Sebut Terlalu Banyak Tidur Siang Bisa Picu Kematian Dini

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 26 Juli 2022 13:04 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi tidur siang, (Foto: Freepik)

TIDUR siang jadi salah satu cara yang dilakukan banyak orang, untuk menyegarkan kembali tubuh dan otak yang lelah di tengah-tengah aktivitas harian.

Siap sangka, jika dilakukan tidak pada ambang batas normal, ternyata ada bahaya yang mengintai saat seseorang terlalu lama atau terlalu banyak tidur siang.

Seperti dilapor NY Post, Selasa (26/7/2022) studi penelitian terbaru yang diterbitkan di Hypertension jurnal American Heart Association menyebutkan, orang-orang yang terlalu banyak tidur siang rata-rata punya risiko lebih besar mengalami tekanan darah tinggi dan stroke, yang mana hipertensi inilah menempatkan orang tersebut pada risiko penyakit jantung dan stroke, salah satu penyebab kematian terbesar.

Temuan ini didapat, setelah memperhitungkan pasien dengan faktor risiko tinggi hipertensi yang sudah dimiliki sebelumnya. Contohnya, diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, gangguan tidur dan bekerja shift malam.

Studi ini juga menyoroti korelasi antara tidur siang secara teratur dan merokok, konsumsi alkohol setiap hari, mendengkur, insomnia, dan orang-orang yang mengaku sebagai kalong alias suka tidak tidur di malam hari.

Follow Berita Okezone di Google News

Menanggapi temuan di atas, Dr. Phyllis Zee, direktur Feinberg School of Medicine's Center for Circadian and Sleep Medicine di Northwestern University (yang tidak terlibat dalam studi ini), menilai hasil studi ini bisa jadi salah satu acuan informasi tambahan para penyedia layanan kesehatan saat memeriksa pasien.

“Dari sudut pandang klinis, saya pikir ini bisa meng-highlight pentingnya penyedia layanan kesehatan untuk secara rutin bertanya kepada pasien soal tidur siang dan kantuk di siang hari yang berlebihan dan mengevaluasi kondisi lain, yang berkontribusi untuk berpotensi mengubah risiko penyakit kardiovaskular,” ujar , Dr. Phyllis Zee

Sebagai informasi, American Heart Association memasukkan durasi tidur sebagai salah satu dari delapan penanda kesehatan kardiovaskular. Bersama dengan diet, aktivitas fisik, paparan nikotin, berat badan, kolesterol, gula darah, dan tekanan darah.

“Tidur terkait dengan setiap satu dari tujuh elemen lainnya, itu terkait erat dengan berat badan, tekanan darah, metabolisme glukosa, dan apa yang kita pilih untuk dimakan," kata presiden AHA, Dr. Donald Lloyd-Jones.

1
2