Share

Studi: Gangguan Kecemasan Orang Tua Bisa Diturunkan ke Anak

Putra Syah Norens, Jurnalis · Selasa 26 Juli 2022 11:31 WIB
$detail['images_title']
gangguan kecemasan pada anak, (Foto: Freepik)

RASA cemas atau Anxiety merupakan hal yang normal dirasakan ketika seseorang. Menariknya, kecemasan ini ternyata bisa saja menjadi salah satu hal yang diturunkan oleh orang tua kepada anaknya.

Menurut studi penelitian terbaru yang diterbitkan dalam JAMA Network Open, mendapati bahwa gangguan kecemasan pada anak bisa saja diturunkan dari orang tuanya, dikutip dari Science Alert, Selasa (26/7/2022). 

Dalam studi tersebut, para peneliti diketahui memeriksa data set dari sekitar 400 anak dari Kanada yang berusia sekitar 10 tahun. Sebelumnya, anak-anak ini juga telah mengambil bagian dalam penelitian tentang keluarga yang berisiko mengalami gangguan mood, untuk menguji pengaruh alam versus pengasuhan dalam perkembangan kecemasan.

Lewat penelitian ini, para peneliti ingin melihat jika faktor genetikal yang berperan besar, maka gangguan kecemasan mungkin akan terjadi pada anak-anak dari kedua jenis kelamin. Terlepas dari apakah ibu atau ayah adalah orang tua yang mewariskan kondisi kecemasan tersebut.

Hasilnya, didapati bahwa anak-anak dengan orang tua sesama jenis punya peluang hampir tiga kali lipat untuk mengalami gangguan kecemasan dibandingkan dengan teman sebayanya. Anak-anak yang tinggal dengan orang tua sesama jenis yang tidak terpengaruh oleh kecemasan, memiliki kemungkinan 62 persen lebih kecil untuk didiagnosis gangguan kecemasan.

Disebutkan lebih lanjut, gangguan kecemasan yang dimiliki ibu berpeluang menurun pada anak perempuannya.

Gangguan kecemasan dari seorang ibu dapat meningkatkan risiko putri mereka didiagnosis dengan kondisi kecemasan dalam penelitian ini. Sebaliknya, jika seorang ayah memiliki gejala kecemasan maka anak laki-laki tidak akan terpengaruh. Jika sang ayah tidak mempunyai gangguan kecemasan, maka secara otomatis akan menurunkan risiko si anak mengembangkan kondisi yang sama.

Sebagai informasi, mengingat studi ini sifatnya observasional dan retrospektif, adanya sebab dan akibat tidak dapat ditentukan dalam penelitian ini.

Para peneliti menambahkan, jika ada hubungan sebab akibat ditemukan, mengobati gangguan kecemasan orang tua mungkin bisa menghentikan transmisi gangguan kecemasan antargenerasi.

 BACA JUGA:Emak-Emak Penghina Ibu Iriana Jokowi Terindikasi Alami Gangguan Jiwa, Kenali Yuk Gejalanya!

BACA JUGA:Kondisi Teranyar Joe Biden Paska Positif Covid, Masih Sakit Tenggorokan

1
2