Share

Apa Benar Cacar Monyet Penyakit Seksual Baru?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 25 Juli 2022 10:12 WIB
$detail['images_title']
Cacar monyet banyak menginfeksi pria gay (Foto: Arizona daily star)

ORGANISASI Kesehatan Dunia atau WHO telah mendeklarasikan bahwa cacar monyet dikategorikan sebagai darurat kesehatan global. Ini karena penyakit tersebut sudah menyebar ke lebih dari 70 negara dan memenuhi syarat sebagai keadaan darurat global.

Sorotan yang cukup menarik perhatian dari cacar monyet adalah penyakit ini digadang-gadang sebagai penyakit seksual menular baru. Sebab, sebagian besar kasus terjadi pada pria gay atau biseksual.

 Cacar Monyet

Lantas, apa benar cacar monyet adalah penyakit seksual baru?

Cacar monyet sendiri merupakan penyakit zoonosis virus yang disebabkan oleh infeksi virus monkeypox yang terjadi terutama di daerah hutan hujan tropis Afrika Tengah dan Barat, meski sekarang kasusnya bisa ditemukan di negara non-endemik.

Menurut keterangan resmi World Organisation for Animal Health, virus cacar monyet termasuk dalam genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Genus Orthopoxvirus juga termasuk virus variola (yang menyebabkan cacar air), virus vaccinia (yang digunakan dalam vaksin cacar air), dan virus cacar sapi.

Pada kenyataannya, virus cacar monyet tidak hanya dialami manusia, tapi hewan mamalia seperti tupai, dormice, primata non-manusia, dan spesies tikus berkantung Gambia dilaporkan pernah teridentifikasi cacar monyet.

"Pada hewan, tidak semuanya menunjukkan gejala khususnya pada tikus yang merupakan reservoir. Tapi, pada monyet dan kera besar, mereka menunjukkan gejala seperti ruam kulit yang mirip seperti dialami manusia," terang laporan WOAH, Senin (25/7/2022).

Nah, kembali ke topik awal apa benar cacar monyet adalah penyakit seksual baru, menurut Dokter Roy Zucker, Direktur Tel Aviv Sourasky Medical Center - Ichilov Hospital LGBTQ Health Services, sebagian besar pasien cacar monyet di Israel pun secara global terinfeksi melalui aktivitas seksual.

"Berdasar data sebelumnya, virus monkeypox menyebar karena seseorang berinteraksi secara langsung dengan penderita setidaknya 3 jam lamanya pada jarak 2 meter, atau melakukan kontak fisik dengan penderita," kata dr Zucker pada The Media Line.

"Dan pengamatan kasus cacar monyet saat ini, kebanyakan orang yang terpapar virus punya riwayat aktivitas seksual dengan penderita. WHO pun mengatakan hal demikian bahwa penyakit ini ditularkan secara seksual hingga disebut sebagai penyakit menular seksual lain," tambahnya.

 BACA JUGA:Cacar Monyet Tembus 16.000 Kasus, Pria Gay Paling Rentan Terinfeksi

Tapi, dr Zucker tidak bisa memastikan bahwa cacar monyet adalah penyakit seksual baru, sebab penyebaran virus terjadi juga pada kondisi non-aktivitas seksual seperti kontak langsung dengan kulit meski tidak sedang melakukan aktivitas seksual.

Karena ada dugaan cacar monyet ini adalah penyakit seksual baru, dr Zucker mengimbau kepada masyarakat dunia agar berhati-hati setiap kali melakukan hubungan seksual. Disarankan melakukan hubungan seksual di tempat yang terang, bukan tempat gelap.

"Hati-hati dan waspada pada setiap lesi kulit yang muncul. Itu kenapa hubungan seksual di tempat terang direkomendasikan dibanding tempat gelap, supaya Anda bisa melihat apakah ada atau tidak lesi di kulit pasangan Anda," terangnya.

Sementara itu, Dr Merav Kliner dari Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan, cacar monyet masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang serius.

"Kami meminta agar masyarakat untuk saat ini menghindari kontak fisik, termasuk seks, berpelukan, dan berciuman. Ini untuk mengurangi risiko penularan virus cacar monyet," tambahnya.

1
2