Share

Kisah Ibu Tiga Anak yang Idap Kanker Empedu, hingga Galang Dana untuk Pengobatan

Putra Syah Norens, Jurnalis · Minggu 24 Juli 2022 19:00 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

MENGALAMI gatal di tangan adalah hal lumrah yang dialami banyak orang setiap harinya. Gatal memang bermacam-macam penyebabnya, bisa karena terkena suhu panas paparan sinar matahari, gatal digigit serangga, gatal karena alergi debu, dan sebagainya.

Tapi, sebaiknya jangan pandang remeh rasa gatal di tangan. Gatal-gatal di tangan juga bisa menjadi indikator dari penyakit kanker yang sangat langka. Ya, inilah yang dialami perempuan di Inggris, bernama Maria Barry.

Awalnya Barry pertama kali mulai merasakan gatal di tangannya, saat isolasi karena Covid-19 pada tahun 2021. Saat itu, ia mengira bahwa tangannya gatal-gatal karena reaksi dari produk pembersih baru yang digunakannya.

"Saya awalnya mengira itu adalah reaksi terhadap produk pembersih baru yang saya beli untuk membersihkan kompor," kata Barry.

Kecurigaannya muncul setelah ia merasa walau sudah berbulan-bulan mencari solusi, dengan diberi resep perawatan, memakai krim steroid hingga perawatan UV. Tapi tetap saja, gatal di tangannya tak kunjung sembuh. Akhirnya ia berinisiatif untuk melakukan pemeriksaan CT scan.

Dari pemeriksaan CT scan, dokter mencurigai bahwa Barry mengidap kanker langka sehingga membutuhkan biopsi. Pada biopsi yang keempat, dokter baru menemukan sel kanker darah pada saluran empedu Barry, dikutip dari Newsweek, Minggu (24/7/2022).

Ibu tiga orang anak tersebut akhirnya didiagnosis mengidap kanker saluran empedu pada bulan April 2022, dan kanker empedu ini juga telah menyebar ke organ hati.

“Dokter memastikan saya memiliki kolangiokarsinoma intrahepatik 9 sentimeter, dan saya ditawari untuk menjalani kemoterapi yang dimulai pada Mei," kata Barry.

Setelah menjalani pengobatan kemoterapinya, Barry disebutkan tidak sanggup menahan rasa sakit, sehingga dokter terpaksa untuk menghentikan kemoterapi tersebut.

Kemudian, dokter memutuskan bahwa satu-satunya alternatif lain sebagai pengobatan, yakni terapi gen baru yang menghasilkan lebih sedikit efek samping terhadap pasien.

Namun, sayangnya pengobatan tersebut masih tergolong sangat mahal dan belum tersedia di Inggris. Biaya yang mahal pun jadi kendala Barry menjalani rangkaian pengobatan penyakit langka.

"Perawatan terapi gen yang saya butuhkan tidak tersedia di NHS dan biayanya 16.500Euro atau kurang lebih Rp296,8juta per bulan. Jadi kami berusaha mati-matian untuk mengumpulkan uang menggunakan gerakan GoFundMe", kata Barry.

Uang yang terkumpul dari GoFundMe, sayangnya hanya cukup sebagai biaya perawatan hingga akhir Juli ini saja.

“Rasanya sangat tidak adil, dan saya berjuang untuk menerimanya, bagaimana uang menghalangi saya dan perawatan yang dibutuhkan untuk bisa hidup. Saya tidak ingin meninggalkan anak-anak saya, saya tidak siap untuk melakukannya,” pungkas Barry.

1
2