Share

Sering Langsung Tidur Sehabis Makan, Awas Bangun-Bangun Kena Stroke

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 17:36 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Tidur Setelah Makan. (Foto: Shutterstock)

MENGANTUK setelah makan memang gejala yang biasa terjadi pada tubuh. Pasalnya, setelah makan, tubuh lebih banyak mengalirkan darah ke sistem pencernaan untuk mencerna makanan dengan jumlah banyak.

Dengan otak memberi sinyal ke organ-organ untuk mulai mencerna makanan, sirkulasi darah menjadi lebih terkonsentrasi di sekitar sistem pencernaan. Pergeseran intensitas suplai darah juga mempengaruhi otak. Kekurangan darah ke otak ini dapat membuat Anda merasa mengantuk.

Tubuh Anda idealnya diperlukan untuk mencerna makanan yang Anda konsumsi untuk mendapatkan energi, dan itu bisa dilakukan jika Anda duduk dalam posisi tegak. Namun, saat Anda tidur setelah makan, Anda tidak mengizinkan tubuh Anda melakukan fungsi ini, sehingga menyebabkan beberapa hal berikut:

Stroke

Tidur segera setelah makan dapat meningkatkan peluang Anda menderita stroke. Ini karena makanan yang tidak tercerna dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar gula darah dan tekanan darah Anda, dan dalam kasus ekstrim dapat menyebabkan stroke yang mengancam nyawa.

Tidur Setelah Makan

Kenaikan Berat Badan

Segera tidur setelah makan dapat menyebabkan penambahan berat badan. Ini karena tubuh Anda perlu membakar kalori yang Anda konsumsi dari makanan, tetapi Anda tidur, yang berarti tubuh Anda akan menyimpan kalori ini. Kelebihan kalori dalam tubuh menyebabkan penambahan berat badan. Singkatnya, tidur setelah makan membuat Anda gemuk.

Refluks asam

Refluks asam adalah suatu kondisi ketika isi perut Anda didorong kembali ke kerongkongan Anda. Refluks asam menyebabkan sensasi terbakar di rongga dada Anda. Ini terjadi ketika Anda tidur segera setelah makan.

Masalah Pencernaan

Jika Anda tidur tepat setelah makan siang atau setelah makan malam, makanan Anda tidak dapat dicerna dengan baik. Makanan yang tidak tercerna dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti gas, mulas, keasaman, perut kembung, dll.

Insomnia

Rasa kantuk yang dirasakan setelah makan biasanya terasa di siang atau sore hari. Apabila kita mengikuti kemauan tubuh dan tidur dalam jangka waktu tersebut, kita akan kesusahan merasa ngantuk di malam hari. Kebiasaan begadang ini akan meningkatkan risiko insomnia.

Heartburn

Heartburn adalah sensasi panas yang dirasakan di dada kiri karena naiknya asam lambung. Rasa panas dan sakit ini terkadang terasa sampai tenggorokan bila diabaikan terlalu lama. Asam lambung yang naik juga akan menyebabkan hilangnya rasa lapar di pagi hari, membuat Anda melewatkan sarapan atau bahkan makan siang.

Paru-paru

Tidak hanya mengganggu proses pencernaan, tidur dalam kondisi perut terisi juga bisa menyebabkan permasalahan pada paru-paru. Apabila Anda mengidap penyakit tukak lambung dan maag, kondisi ini bisa menyebabkan sesak dada.

Asam lambung bisa berbalik arah ke saluran pernapasan, sehingga dada akan terasa seperti diinjak-injak. Alhasil, paru-paru bisa mengalami peradangan yang berefek pada kotak suara dan laring.

1
2