Share

Mengerti Anodontia: Penyebab, Diagnosa dan Pengobatannya

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Kamis 21 Juli 2022 13:34 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Anodontia. (Foto: Shutterstock)

KONDISI anodontia merupakan keadaan ketika seseorang memiliki jumlah gigi tidak lengkap. Tapi, gigi tidak lengkap ini bukan karena adanya kecelakaan atau gigi tanggal, tapi memang gigi tidak tumbuh.

Gigi adalah salah satu organ paling kuat pada tubuh manusia yang terbentuk dari protein, mineral, dan kalsium. Gigi memiliki peran penting dalam kesehatan tubuh. Berfungsi untuk mengunyah dan mencerna makanan, gigi juga membantu memperjelas suara saat berbicara.

Umumnya, gigi orang dewasa berjumlah 32 yang mulai tumbuh secara bertahap sejak bayi. Lantas, apa pengertian, penyebab, diagnosa dan pengobatan dari anodontia? Untuk mengetahuinya, simak ulasan berikut ini.

Dilansir oleh Health Line, anodontia adalah kondisi genetik langka yang menyebabkan seseorang tidak memiliki gigi. Kondisi ini berbeda dengan kehilangan gigi karena cedera atau masalah gigi. Keadaan ini juga dapat mempengaruhi gigi susu dan gigi sulung.

Anodontia

Dalam beberapa kasus, seseorang mungkin mengalami anodontia parsial, yang berarti memiliki beberapa gigi saja. Anodontia parsial umumnya dikategorikan sebagai salah satu dari berikut ini, tergantung pada berapa banyak gigi yang dimiliki:

- Hypodontia adalah kondisi satu sampai enam gigi permanen hilang

- Oligodontia adalah kondisi ketika lebih dari enam (tetapi tidak semua) gigi permanen hilang

Penyebab Anodontia

Anodontia adalah cacat genetik yang diturunkan. Akan tetapi, gen pasti yang terlibat tidak diketahui. Anodontia biasanya dikaitkan dengan displasia ektodermal.

Displasia ektodermal bukanlah satu kelainan melainkan sekelompok kondisi herediter berkaitan erat mempengaruhi rambut, kuku, kulit, dan kelenjar keringat. Gejala kondisi keturunan, antara lain:

- Alopecia

- Kekurangan kelenjar keringat

- Bibir sumbing atau langit-langit mulut

- Kuku yang hilang

- Dalam kasus yang jarang terjadi, anodontia terjadi tanpa displasia ektodermal. Kondisi ini kemungkinan disebabkan mutasi genetik yang tidak diketahui.

Follow Berita Okezone di Google News

Diagnosa Anodontia

Anodontia biasanya didiagnosa saat bayi tidak menunjukkan mulai perkembangan gigi pada saat berusia sekitar 13 bulan. Atau dapat didiagnosa jika seorang anak tidak menunjukkan mulai perkembangan gigi permanen pada usia 10 tahun.

Jika salah satu dari keadaan itu terjadi, dokter gigi akan menggunakan sinar-X untuk memeriksa gigi di gusi yang belum tumbuh. Dalam beberapa kasus, gigi anak hanya tumbuh sedikit lebih lambat dari umumnya. Namun, jika rontgen tidak menunjukkan gigi, kemungkinan besar anodontia.

Pengobatan Anodontia

Tidak ada cara untuk merangsang pertumbuhan gigi yang hilang secara kongenital. Jika hanya beberapa gigi yang hilang, perawatan mungkin tidak diperlukan. Akan tetapi, ada beberapa cara untuk menambahkan gigi palsu untuk memperbaiki penampilan dan membuat makan atau berbicara lebih mudah:

- Gigi palsu adalah pengganti yang dapat dilepas untuk gigi yang hilang. Cara ini biasanya menjadi perawatan yang paling efektif untuk anodontia lengkap

- Jembatan gigi adalah pengganti tetap (tidak dapat dilepas) yang mengikat gigi tiruan ke gigi di sekitarnya untuk mengisi ruang yang ditinggalkan oleh gigi yang hilang

- Pengobatan ini bekerja paling baik jika hanya kehilangan beberapa gigi

- Implan menambahkan akar buatan di rahang untuk menahan gigi pengganti di tempatnya. Implan terlihat dan terasa paling mirip dengan gigi asli

1
2