Share

Mahkamah Konstitusi Tolak Legalisasi Ganja Medis

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2022 15:18 WIB
$detail['images_title']
Legalisasi ganja medis ditolak MK (Foto: Insurance marijuana)

PERJUANGAN Santi Warastuti, ibu rumah tangga asal Sleman, Yogyakarta untuk melegalkan ganja medis harus terhenti. Sebab Mahkamah Konstitusi (MK) menolak pelegalan ganja medis.

Sebelumya Santi memperjuangkan pengobatan dengan ganja untuk anaknya Pika yang divonis oleh dokter menderita Cerebral Palsy. Ia mengkampanyekan agar ganja medis dilegalkan.

 Santi dan anaknya

Namun hari ini, Mahkamah Konstitusi (MK) membacakan putusan uji materi UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika terkait penggunaan ganja untuk medis pada Rabu (20/7/2022).

Dalam perkara itu pasal yang digugat adalah Pasal 6 ayat (1) huruf a dan Pasal 8 ayat (1) UU Tahun 2009. MK menilai materi yang diuji adalah kewenangan DPR dan pemerintah.

“Mengadili. Menolak permohonan pemohon,” kata Ketua MK Anwar Usman dikutip dari channel YouTube MK, Rabu (20/7/2022).

MK mengatakan pihaknya tidak memiliki wewenang mengadili materi yang dimohonkan karena hal itu bagian dari kebijakan terbuka DPR dan pemerintah, yakni mengkaji apakah ganja bisa digunakan untuk medis. Hal itu merupakan open legal policy.

Diketahui, gugatan perkara nomor 106/PUU-XVIII/2020 itu diajukan oleh Santi Warastuti, Dwi Pertiwi, Nafiah Murhayanti dkk.

MK menjelaskan, pihaknya tidak bisa membenarkan keinginan para pemohon, untuk memakai penggunaan ganja bagi pelayanan kesehatan atau terapi. Penyebabnya ganja bisa membuat ketergantungan.

Sementara itu, Pakar Farmasi sekeligus Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt mengatakan, ganja sebaiknya tidak dilegalisasi meski untuk tujuan medis. Sebab hasil olahan tanaman tersebut tetap masuk ke dalam narkotika golongan I.

 BACA JUGA:14 Gejala Multiple Sclerosis, Penyakit yang Rasa Sakitnya Bisa Dikurangi dengan Ganja

"Kalau saya, mudah-mudahan banyak sepakat dengan saya, bahwa say no untuk legalisasi ganja walaupun memiliki tujuan medis," ujar Zullies seperti dilansir dari Antara.

(DRM)