Share

Kemenkes Pastikan Pasien Varian Baru BA.2.75 Tak Alami Gejala Berat

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 20 Juli 2022 13:35 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Shutterstock)

KASUS Covid-19 yang dialami tiga pasien sempat mengejutkan publik beberapa hari lalu. Pasalnya, ketiga orang tersebut membawa varian baru BA.2.75 yang berasal dari India.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes Maxi Rein Rondonuwu menyebut, ketiga pasien BA.2.75 tidak mengalami penyakit yang serius, dan cenderung bisa menjalni isolasi mandiri.

"Ketiga pasien BA.2.75 kondisinya baik, tidak ada yang dirawat di rumah sakit," katanya pada MNC Portal, Rabu (20/7/2022).

Dia menjelaskan, kedua pasien BA.2.75 yang teridentifikasi di DKI Jakarta mengalami gejala ringan. Keduanya yang merupakan ibu dan anak yang mengalami masalah di sistem pernapasan. "Dua pasien dari DKI Jakarta mengalami gejala berupa demam, sakit tenggorokan, dan batuk," tambahnya.

Soal apakah ada penambahan kasus, hingga berita ini dimuat Maxi memastikan bahwa belum ada laporan baru soal pasien BA.2.75. "Ya, kasus BA.2.75 baru terdeteksi 3 kasus, belum ada laporan penambahan kasus hingga sejauh ini," ungkap Maxi.

Sebelumnya, Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril menjelaskan bahwa 1 pasien BA.2.75 yang teridentifikasi di Bali statusnya hingga saat ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Pasien asal Australia itu belum dipastikan apakah memiliki komorbid atau tidak, pun juga gejala apa yang dialami saat terinfeksi BA.2.75.

Varian BA.2.75 sendiri pertama kali terdeteksi di India pada Mei 2022 lalu disebut-sebut penularannya lebih cepat dari varian BA.5 yang sangat menular.

Sebagai informasi, sejauh ini Badan Kesehatan Dunia (WHO) pun tidak memberikan nama khusus untuk subvarian Omicron yang disebut-sebut punya kekuatan menyebar hingga 9 kali lipat dari BA.5 tersebut.

WHO pun mengategorikan subvarian ini sebagai Variant of Concern (VOC) Lineage Under Monitoring (LUM). Artinya, varian ini tengah diawasi secara ketat oleh WHO.

1
2