Share

Jamaah Haji yang Baru Pulang Diimbau Segera Karantina Mandiri

Siska Permata Sari, Jurnalis · Senin 18 Juli 2022 18:30 WIB
$detail['images_title']
Jamaah haji Indonesia, (Foto: MPI)

SEIRING dengan periode kepulangan enam kloter pertama jamaah haji Indonesia dari Tanah Suci. Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan mekanisme kepulangan jamaah haji ke Indonesia.

Begitu mendarat di bandara, para jamaah harus langsung menjalani skrining kesehatan.

“Turun dari pesawat, jamaah akan diperiksa oleh petugas kesehatan di debarkasi. Nanti yang bergejala, akan dilakukan pemeriksaan selanjutnya dan yang tidak bergejala dipersiapkan kepulangannya,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan RI, dr. Syahril dikutip dari kanal YouTube RRI Net Official, Senin (18/7/2022).

Bagi jamaah yang sehat dan tidak bergejala, diimbau langsung melakukan karantina mandiri untuk mencegah kemungkinan penularan Covid-19 kepada orang lain terutama sanak keluarga. Mengingat belakangan ini, kembali terjadi kelonjakan angka positif harian.

“Kalau tidak ada gejala, jamaah dipulangkan ke rumah masing-masing. Setelah itu bisa melakukan karantina mandiri di rumah sekitar satu minggu,” saran dr. Syahril

Follow Berita Okezone di Google News

Namun, bila ada jamaah haji yang bergejala, dr. Syahril mengatakan maka segera dilakukan pemeriksaan tes swab PCR.

“Kalau positif, dilanjutkan dengan PCR dan isolasi yang dilakukan oleh satgas pemerintah setempat. Kalau di Jakarta, isolasi di Wisma Atlet sekitar 5 sampai 7 hari sampai tidak berpotensi menularkan,” tuturnya.

Bagi para jamaah haji yang hendak bersilaturahmi, sebaiknya menunggu hingga masa karantina mandiri di rumah selesai. Setelah masa isoman selesai, acara silaturahmi boleh digelar di rumah tapi dengan catatan tanpa melakukan kontak erat seperti cium pipi, berpelukan, dan cium tangan. Demi menghindari potensi penularan yang tetap masih ada.

Selain itu setiap jamaah haji juga harus mengisi kartu kewaspadaan selama 21 hari ke depan.

“Kalau kalau ada gejala yang harus dilaporkan, bukan penyakit yang diwaspadai seperti Covid saja, tetapi juga meningitis,” tandas dr. Syahril

 BACA JUGA:58 Jamaah Haji Indonesia Meninggal, Penyakit Jantung Mendominasi

BACA JUGA:Menkes Minta Masyarakat Segera Booster, Cegah Masuk Rumah Sakit!

1
2