Share

Bukan Hanya Orang Tua, Penyakit Kardiovaskular Bisa Serang Anak dan Remaja

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 18 Juli 2022 20:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi (Foto: Freepik)

PENYAKIT kardiovaskular (PKV) contohnya seperti penyakit jantung koroner, stroke, atau hipertensi selama ini identik dengan penyakit orang tua atau lanjut usia (lansia).

Nah, jangan salah! Penyakit yang menyumbang 17 juta kematian per tahun dan 31 persen dari seluruh total kematian di dunia ini nyatanya bisa loh menyerang anak-anak muda, seperti remaja.

Disampaikan Prof. Dr. dr. Sukman Tulus Putra, SpA(K) pada umumnya, manifestasi klinis PKV terjadi pada usia dewasa dan lanjut sebelum umur 60 tahun.

Namun adanya proses pathogenesis aterosklerosis, menyebabkan penyakit kardiovaskular sudah terjadi sejak usia dini terutama pada masa anak dan masa remaja. Maka dari itu, sebetulnya faktor risiko kardiovaskular sudah bisa dideteksi pada masa anak dan remaja.

Kondisi seperti ini, akan sangat terkait dengan progresivitas proses aterosklerosis pada usia remaja dan dewasa nantinya. Prof Sukman menyebutkan, sayangnya masyarakat Indonesia masih minim kesadaran untuk melakukan deteksi. Akhirnya, terjadi pembiaran dan menjadikan angka kematian akibat PKV di Indonesia masih tinggi.

"Masih tingginya angka kematian akibat PKV di Indonesia saat ini. Mungkin, akibat minimnya kesadaran untuk mendeteksi dan mengintervensi faktor risiko kardiovaskular sejak usia dini dan remaja pada sekitar 90 juta anak Indonesia," kata Prof. Sukman, dikutip dari keterangan resmi yang diterima Redaksi, Senin (18/7/2022).

Pria yang juga Ketua Purna Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ini menambahkan, padahal sebetulnya deteksi dan intervensi faktor risiko ini sejak usia anak dan remaja adalah kunci utama dalam menurunkan angka kejadian PKV masyarakat usia dewasa.

"Deteksi faktor risiko kardiovaskular melalui uji tapis pada usia anak dan remaja, dan strategi untuk melakukan intervensi merupakan kunci utama dalam menurunkan angka kejadian PKV di usia dewasa dan lanjut," pungkas Prof. Sukman. 

1
2