Share

Akibat Pandemi Covid-19, 25 Juta Anak Terlewat Jadwal Imunisasi Dasar

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 18 Juli 2022 06:00 WIB
$detail['images_title']
imunisasi dasar anak, (Foto: Reuters/ Eloisa Lopez)

PANDEMI Covid-19 ternyata sangat berdampak pada jadwal vaksinasi rutin anak-anak. Hal ini dilaporkan oleh PBB dan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Sekitar 25 juta anak di seluruh dunia pada tahun 2021 disebutkan terpaksa melewatkan jadwal vaksinasi rutin, karena dampak pandemi terus mengganggu perawatan kesehatan masyarakat secara global, dilapor Fox News, Senin (18/7/2022).

Menurut data baru yang dirilis UNICEF dan WHO, jumlah tersebut meningkat sebanyak 2 juta lebih, dari catatan data di tahun 2020, tahun ketika awal pandemi berlangsung dan banyak terjadi lockdown serta enam juta lebih banyak daripada era pra-pandemi, tahun 2019.

UNICEF menggambarkan penurunan cakupan vaksinasi ini, sebagai kemunduran berkelanjutan terbesar dalam vaksinasi anak dalam satu generasi.

Niklas Danielsson, spesialis imunisasi senior UNICEF mengatakan situasi ini adalah krisis kesehatan anak-anak dalam lingkup global.

“Saya ingin bisa mengatasi kedaruratan ini, ini adalah krisis kesehatan anak-anak,” ujar Niklas.

Berbagai faktor dinilai sebagai alasan mengapa pandemi Covid-19 membuat jadwal imunisasi rutina anak-anak jadi terbengkalai. Mulai dari kesehatan global yang terlalu fokus pada kampanye imunisasi Covid, terjadinya perlambatan ekonomi dan tekanan pada sistem perawatan kesehatan di tiap negara.

Secara global cakupan vaksinasi turun 5 persen menjadi 81 persen pada tahun 2021. Jumlah anak-anak yang belum menerima vaksinasi apa pun, di antara tahun 2019 dan 2021 meningkat sebanyak 37 persen dari 13 menjadi 18 juta anak.

Data dari sistem kesehatan nasional di 177 negara menunjukkan kondisi ini terjadi sebagian besar di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Pada tahun 2021, sebanyak 24,7 juta anak melewatkan dosis pertama vaksin campak dan sampai 14,7 juta anak tidak mendapatkan dosis vaksin yang kedua.

“Jika kita tidak mengejar vaksinasi dengan cepat dan mendesak, kita pasti akan menyaksikan lebih banyak wabah,” pungkas Ephrem Tekle Lemango dari UNICEF.

.

 BACA JUGA:Dokter Reisa: Lengkapi Imunisasi Anak, Jangan Sampai Jadi Wabah Lagi

BACA JUGA:Menkes: 1,7 Juta Bayi di Indonesia Belum Dapat Imunisasi Dasar Sepanjang Pandemi

1
2