Share

Begini Cara Bedakan Kanker Lidah dengan Sariawan

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 16 Juli 2022 15:32 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Sariawan di Bibir. (Foto: Shutterstock)

SARIAWAN biasa terjadi ketika tubuh kita kekurangan vitamin C. Sariawan yang menyerang area mulut, bisa berada di bibir, pipi bagian dalam atau bahkan di lidah.

Selain kekurangan vitamin C, beberapa penyebab lain sariawan adalah cedera tergigit ketika makan, salah gerakan dalam menyikat gigi, infeksi jamur atau bakteri dalam mulut, maupun gangguan penyakit autoimun.

Namun jangan sepelekan Sariawan di lidah yang tidak kunjung sembuh. Luka yang kerap dianggap sariawan tersebut bisa jadi merupakan gejala awal kanker lidah.

Sariawan di Bibir

Dokter bedah kanker Mayapada Hospital, dr. Iskandar, Sp.B (K) Onk dalam siaran pers pada Sabtu mengatakan sebenarnya ada ciri tertentu sebagai deteksi dini terhadap keberadaan kanker lidah.

Selain durasi luka yang lama untuk sembuh, juga bentuk luka di lidah tersebut. "Dua minggu hati-hati kalau tidak sembuh sariawannya," kata dr. Iskandar seperti dilansir dari Antara.

Luka sariawan biasa umumnya berbentuk bulat atau oval dengan dasar putih kekuningan dan pinggir agak merah karena adanya radang.

"Tapi kalau kanker lidah bentuknya tidak beraturan. Biasanya mudah berdarah kemudian rasa sakitnya lebih berat. Semakin besar semakin sakit. Selain benjolan atau ulkus, kadang terdapat benjolan di bawah rahang atau daerah leher akibat pembesaran kelenjar getah bening," kata dr. Iskandar.

Kanker lidah dipicu beragam faktor, namun demikian, faktor yang kerap mendominasi kanker lidah umumnya disebabkan pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol.

"Kemudian, bisa karena infeksi virus (Human Papiloma Virus/HPV), iritasi ataupun trauma berulang misalnya trauma yang sering terjadi saat gunakan behel yang nggak pas. Juga kebersihan mulut yang kurang baik, gaya hidup yang kurang baik," jelasnya.

"Kurang makan buah-buahan dan sayuran serta penderita penyakit yang menurunkan daya tahan tubuh seperti HIV," kata dr Iskandar menambahkan.

1
2