Share

Tangani Penyakit Penyebab Kematian, Menkes Dorong Inovasi Perguruan Tinggi

Kevi Laras, Jurnalis · Sabtu 16 Juli 2022 16:06 WIB
$detail['images_title']
Menkes Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Instagram @kemenkes_ri)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mendorong perguruan tinggi untuk berinovasi, khususnya dalam riset inovasi. Dalam melakukannya, kampus tidak bekerja sendiri, diperlukan link and match dengan kebutuhan para pelaku industri.

Menurut Menkes Budi, ini lebih efisien dan efektif untuk menghasilkan riset inovasi yang berkelanjutan. Kemudian menghasilkan kebijakan, teknologi, maupun dampak luas dan nyata untuk masyarakat.

Baca juga: Viral! Hari Pertama Jadi Pegawai Nagita Slavina, Karyawan Minuman Ringan Ini Diguyur Bonus Jutaan 

Ilustrasi inovasi perguruan tinggi. (Foto: Shutterstock)

Baca juga: Tips Dian Sastro Berkebaya Tetap Terlihat Keren dan Modern, Wajib Dicoba! 

"Sejak awal harus link dan match dengan industri, karena critical treeshold ada di situ. Kalau tidak ada, begitu masuk industri jadi jatuh. Harus di-match di awal, kalau match di ujung pada akhirnya enggak bisa berkembang. Makanya kita mau bangun ekosistem kedekatan antara industri dengan perguruan tinggi, lebih bagus lagi kalau bisa bekerja sama," ujar Menkes Budi di Forum Group Discussion Senat Institute Teknologi Bandung (ITB), dikutip dari laman Kemenkes, Sabtu (16/7/2022).

Sehubungan dengan itu, ia menekankan pentingnya penentuan prioritas riset. Hal ini bertujuan menyelaraskan riset inovasi dengan kebutuhan yang ada, sehingga nantinya hasil riset dapat tepat sasaran dan tepat guna.

Follow Berita Okezone di Google News

Sejauh ini dikatakan pemerintah tengah fokus pada penanganan empat penyakit penyebab kematian sekaligus pembiayaan tertinggi di Indonesia yakni jantung, kanker, stroke, dan ginjal.

Kemudian penyakit tengah menjadi perhatian lantaran menjadi beban ganda pemerintah di samping penyakit menular lainnya seperti covid-19, TBC, HIV AIDS, dan lain-lain, sampai riset-riset terhadap penanganan penyakit yang masih terbatas.

"Kesinambungan inilah yang ingin kita bangun. Jadi dari perguruan tinggi bisa membaca apa menjadi prioritas dan kebutuhan yang mendesak saat ini. Karena kalau intervensinya diarahkan ke rumah sakit anggaran akan makin banyak, untuk itu baiknya di ganti promotif preventif," tukasnya.

Baca juga: Dokter Spesialis Gizi: Diet Itu Artinya Mengatur Makan, Bukan Makannya Sedikit 

Baca juga: Vitamin D Punya Segudang Manfaat, Dokter: Kebutuhannya Meningkat di Masa Pandemi 

1
2