Share

Vitamin D Punya Segudang Manfaat, Dokter: Kebutuhannya Meningkat di Masa Pandemi

Tim Okezone, Jurnalis · Sabtu 16 Juli 2022 10:36 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi manfaat vitamin D. (Foto: Shutterstock)

TERUNGKAP! Vitamin D ternyata memiliki segudang manfaat. Apalagi di masa pandemi covid-19 seperti sekarang, kebutuhan vitamin D makin meningkat.

"Berdasarkan jurnal penelitian yang ada, jika ingin kuat melawan covid-19, kadar vitamin D dalam darah sebaiknya berjumlah di atas 60 nanogram/mililiter (ng/ml) atau di atas 80 ng/ml," kata pakar kesehatan spesialis gizi klinik dr Cindiawaty Josito Pudjiadi MARS MS Sp GK di Jakarta, Jumat 15 Juli 2022.

Baca juga: Masih Punya Daging Kurban? Yuk Dibikin Empal Serundeng Kemiri ala Chef Devina Hermawan 

Ilustrasi vitamin D. (Foto: Shutterstock)

Baca juga: Jaga Kesehatan Jantung, Lakukan 5 Hal Sederhana Ini Setiap Hari 

Ia menjelaskan vitamin D ada di bawah kulit tubuh dan sinar matahari membantu tubuh untuk mengaktifkannya. Sayangnya, tidak semua orang bisa memanfaatkan sinar matahari untuk mencukupi kebutuhan vitamin D.

"Karena adanya perubahan pada gen yang berperan menghasilkan enzim untuk mengolah vitamin D pada tubuh. Jadi meski berjemur lama di bawah sinar matahari, ada mereka yang belum bisa mencukupi kebutuhan vitamin D karena keadaan genetik yang berbeda," ujar dr Cindy, dikutip dari Antara.

Pada orang yang memiliki keadaan genetik tersebut dibutuhkan suplemen vitamin D untuk mencukupi kebutuhan vitamin D pada tubuh.

Meski demikian, dr Cindy menyarankan untuk mengonsumsi vitamin D dengan pengawasan dokter karena belum ada dosis pasti yang sebaiknya dikonsumsi oleh tubuh setiap harinya.

Baca juga: Apa Penyebab Henti Jantung Seperti yang Dialami Ivana Trump? 

Baca juga: Apakah Kekurangan Vitamin D Tingkatkan Risiko Kena Demensia? 

"Enggak bisa diterawang: 'Oh, dosisnya harus segini', karena untuk tahu kita kekurangan vitamin D atau tidak itu berdasarkan hasil laboratorium," jelasnya.

Kekurangan vitamin D bisa meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, autoimun, bahkan meningkatkan risiko depresi.

1
2