Share

Kerabat Alami Henti Jantung Seperti Ivana Trump, Jangan Buru-Buru Menyerah

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 12:56 WIB
$detail['images_title']
Ivana Trump alami henti jantung (Foto: Daily record)

IVANA Trump, manta istri mantan Presiden AS Donald Trump meninggal dunia. Sebelum dinyatakan meninggal ia mengalami henti jantung.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Heartology Cardiovascular Center dr Ario Soeryo Kuncoro, SpJP(K) meminta kepada masyarakat agar tidak putus asa atau buru-buru menyerah ketika mengetahui kerabat ada yang kena henti jantung. Sebab, penyakit tersebut bisa diselamatkan dari kematian.

 Ivana

Sekalipun pasien sudah pingsan, badan membiru, bahkan napas sangat lemah, dr Ario menegaskan, pasien masih tetap punya peluang untuk pulih. Karena itu, waktu menjadi penting di sini.

"Semakin cepat pasien dibawa ke rumah sakit, semakin besar kemungkinan dia bisa pulih kembali sekalipun sudah pingsan, badan membiru, bahkan napas lemah," terang dr Ario.

Dokter Ario mengimbau sekali kepada masyarakat untuk tidak kemudian membiarkan pasien tidak mendapat penanganan medis sekalipun saat pengecekan napas di hidung sudah tidak terasa udara napasnya.

"Perlu masyarakat tahu bahwa napas yang lemah atau tak ada napas sekalipun saat dilakukan pengecekan menggunakan jari misalnya, bukan berarti seseorang sudah meninggal dunia. Bisa saja napas tak teraba, tapi ternyata jantungnya masih aktif dan otaknya tetap berfungsi," ungkap dr Ario.

 BACA JUGA:Apa Penyebab Henti Jantung, Kondisi yang Diduga Dialami Ivana Trump Sebelum Meninggal?

"Kalau kejadian seperti itu artinya pasien masih bisa diberi pertolongan dan kemungkinan pulih tetap ada. Karena itu, jangan tunda dibawa ke rumah sakit," tambahnya.

Follow Berita Okezone di Google News

Pada beberapa kasus, sambungnya, napas pasien dilaporkan sudah tak teraba oleh keluarga, tapi ketika alat perekam denyut jantung dipasang, terlihat detak jantung masih terbaca walau lemah sekalipun. Ini artinya, penetapan seseorang sudah meninggal atau tidak bukan hanya berdasar dari cek napas di hidung.

"Makanya, banyak kasus non-medis sudah dinyatakan meninggal, tapi kemudian si pasien memberi tanda kehidupan saat dimandikan atau sebelum dikebumikan. Ini mengartikan, penetapan seseorang meninggal dunia atau tidak memang diperlukan penunjang lain," jelasnya.

"Seorang dokter pun tidak sembarang menetapkan seseorang telah meninggal. Ada pemeriksaan lanjutan yang perlu dilakukan untuk benar-benar memastikan pasien tidak tertolong dan dinyatakan meninggal," tambah dr Ario.

1
2