Share

Sama-Sama Terasa Nyeri, Ini Beda GERD dengan Serangan Jantung

Tim Okezone, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 12:29 WIB
$detail['images_title']
Mengalami serangan jantung (Foto: Medical news today)

NYERI pada dada kiri umumnya disebabkan oleh adanya penyempitan atau sumbatan pada pembuluh darah jantung atau adanya gejala GERD yaitu suatu keadaan patologis akibat naiknya asam lambung yang mengisi suatu bagian dari saluran pencernaan yang menghubungkan kerongkongan dengan lambung ( esofagus) dan sampai saluran nafas.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dari Siloam Hospitals Agora, dr. Gerald Toreh Sp.PD., mengatakan, pada kasus GERD meski timbul rasa nyeri pada dada, kondisi ini tidak berdampak bahaya pada jantung. "Meskipun sama-sama menimbulkan sensasi perih atau nyeri dan tekanan di dada bahkan napas terasa berat. Namun, ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda," ujarnya.

 GERD kambuh

dr. Gerald menjelaskan, perbedaan yang paling mendasar antara GERD dengan serangan jantung adalah nyeri di dada akibat GERD biasanya disertai sensasi terbakar (heartburn) juga terasa lebih sakit ketika menarik napas.

Sedangkan nyeri dada yang merupakan gejala serangan jantung akan terasa seperti remasan, cubitan akan ada seperti tekanan ( beban) yang sangat kuat.

"Dan kedua keluhan atau penyakit ini di rasakan di dada sebelah kiri penderita", tutur dr. Gerald.

Secara umum, GERD tidak juga menjadi pemicu serangan jantung apalagi menyebabkan kematian hanya rasa 'kurang nyaman' dan nyeri yang menggangu

Dan dari banyak jenis penyakit jantung yang mempunyai gejala menyerupai GERD adalah Penyakit Jantung Koroner yang dapat diartikan penyempitan pembuluh darah arteri jantung di mana pembuluh darah tersebut befungsi sebagai penyuplai nutrisi dan oksigen.

Adapun gejala nyeri dada akibat serangan jantung biasanya membuat pengidapnya merasa dadanya sedang tertindih beban yg berat, diremas, dan sangat tidak nyaman.

 BACA JUGA:Cegah GERD Kambuh saat Tidur, Begini Loh Cara Mengatasinya

"Selain itu, nyeri dada juga sering kali disertai dengan gejala lain, seperti mual, sesak napas, keringat dingin, kepala terasa ringan, dan rasa lelah", ungkap dr. Gerald.

Follow Berita Okezone di Google News

Beberapa hal penyebab atau pencetus penyakit GERD maupun serangan jantung adalah serupa, yaitu gaya hidup tidak sehat, merokok dan konsumsi alkohol secara kontinyu serta malas berolahraga.

Ia juga menerangkan, GERD yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan yang lebih serius, seperti radang kerongkongan jangka panjang (esophagitis), penyempitan esofagus.

Pada jangka panjang, GERD dapat menyebabkan kanker. Sementara itu, serangan jantung adalah kondisi darurat medis yang harus segera mendapatkan pertolongan. Jadi, jika mengalami nyeri dada atau gejala lainnya, segera cari bantuan medis, agar tidak mengancam nyawa pengidapnya.

1
2