Share

Pria Lebih Mungkin Meninggal karena Kanker Kulit daripada Wanita, Kenapa?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 15 Juli 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
pria juga wajib pakai sunscreen, (Foto: Freepik)

TAHUKAH Anda, penyakit kanker kulit disebutkan lebih besar berpeluang dialami oleh pria jika dibandingkan dengan wanita.

Menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, (CDC) jika dibandingkan dengan perempuan, kaum pria bahkan secara signifikan lebih berpeluang untuk meninggal dunia karena melanoma, mengutip Huffingtonpost, Jumat (15/7/2022).

Disebutkan lebih lanjut, di antara orang-orang kulit putih, yang mengalami tingkat melanoma yang jauh lebih tinggi daripada orang dengan warna kulit lain, nyatanya laki-laki meninggal karena kanker kulit ini lebih dari dua kali lipat daripada perempuan.

Hal ini salah satunya berhubungan dengan gaya hidup, para laki-laki biasanya jarang menggunakan sunscreen atau krim tabir surya dalam perawatan kulitnya sehari-hari. Dermatologis Luke Maxfield menyebutkan, wanita pada umumnya memang lebih peduli untuk melindungi kulitnya dengan rutin menggunakan sunscreen sehari-hari, menghindari paparan sinar matahari, dan rutin melakukan pemeriksaan kulit termasuk soal kanker kulit (baik sendiri di rumah,  klinik atau rumah sakit).

“Kebiasaan ini sangat penting, mengingat lebih dari setengah kasus melanoma kemungkinan justru pertama kali terlihat oleh orang-orang yang memeriksa kulit mereka sendiri,” ujar Luke.

Kebiasaan akan menunda pemeriksaan kulit, mengabaikan gejala tahi lalat atau bintik-bintik bermasalah, hingga akhirnya kanker kulit tidak terdeteksi sampai ke stadium selanjutnya, disebut sebagai beberapa faktor yang mendorong tingkat kematian akibat kanker kulit.

Merujuk pada data statistik kanker kulit pada pria, Luke menyarankan untuk pentingnya melakukan pencegahan dan mengendalikan faktor-faktor yang sebetulnya bisa dikendalikan.

“Ketahui faktor risiko Anda, termasuk melindungi diri dari paparan sinar matahari, memperhatikan banyak tahi lalat di tubuh, atau riwayat melanoma pada keluarga melanoma. Selain periksa ke dokter kulit, melakukan pemeriksaan kulit sendiri bisa menyelamatkan nyawa,” tandasnya. 

 BACA JUGA:Studi: Orang Miskin Punya Peluang Terburuk Bisa Selamat dari Kanker Paru-paru

BACA JUGA:Cewek Wajib Baca, Ini 3 Gejala Kanker Serviks

1
2