Share

Vaksin Booster Baru Setengah dari Target WHO Jadi Alasan Masuk Mal Wajib Vaksinasi

Kevi Laras, Jurnalis · Kamis 14 Juli 2022 11:30 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)

TOTAL vaksinasi booster Indonesia sampai saat ini tercatat sebesar 52 juta dosis atau sekira 25,08%. Angka booster Covid-19 ini pun sangat jauh ketimbang vaksinasi dosis pertama sebanyak 201 juta dosis atau 96,91% dan vaksinasi dosis kedua sebanyak 169,42 juta dosis atau 81,35%.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. Mohammad Syahril, Sp.P, MPH mengatakan, capaian saat ini masih setengah dari standar organisasi kesehatan dunia (WHO) yaitu 50 persen. Oleh karena itu, pemerintah pun mewajibkan vaksin booster jika ingin masuk ke area publik seperti mal dan kala bepergian.

"Vaksinasi booster kita masih di angka 25 persen, berarti kurang 25 persen lagi untuk sesuai standar WHO yaitu 50 persen. Jadi ini butuh percepatan," kata dr Syahril dalam Siaran Sehat, dikutip Kamis (14/7/2022).

Menurutnya, dengan menjadikan vaksinasi booster sebagai syarat berkegiatan di ruang publik, bisa meningkatkan cakupan. "Di mana juga bisa memberikan perlindungan lebih kepada masyarakat," tambahnya.

Syarat di ruang publik tersebut, dikatakan Syahril berlaku baik di pulau Jawa, juga di luar pulau Jawa dan Bali. Kemudian vaksin booster akan jadi syarat memasuki pusat perbelanjaan atau Mal hingga Hotel.

"Termasuk nanti masuk ke Mal, hotel dan sebagainya. Jadi cara meningkatkan cakupan. Tentu saja akan tercapai 50 persen dalam waktu yang tidak terlalu lama," katanya.

"Ini bukan kewajiban secara paksa tapi ini kita memberikan perlindungan. Bukan hanya melindungi dia, tapi juga lindungi masyarakat kita di area publik," jelas dr Syahril.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan kebijakan vaksin booster sebagai syarat masyarakat masuk mal dan area publik lainnya dilatarbelakangi oleh capaian vaksinasi booster yang masih rendah.

Berdasarkan data Peduli Lindungi, dari rata-rata orang masuk mal perhari sebesar 1,9 juta orang, hanya 24,6 persen yang sudah booster. Maka dari itu, sambungnya, untuk mendorong vaksinasi booster maka syarat perjalanan dan masuk tempat umum seperti mal dan perkantoran, akan diubah menjadi vaksinasi booster.

Menurutnya, sentra vaksinasi di berbagai tempat, seperti bandara, stasiun kereta, terminal, dan pusat perbelanjaan juga akan diaktifkan kembali untuk memudahkan masyarakat mengakses vaksinasi.

1
2