Share

BPOM Sebut Klaim Berlebihan Obat Tradisional Jadi Penyebab Masyarakat Tersesat

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 14 Juli 2022 10:14 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Obat Tradisional. (Foto: Shutterstock)

PENGETAHUAN masyarakat terkait keamanan dan manfaat jamu, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik masih memang masih minim. Oleh karena itu, pengetahuan akan keamanan tersebut perlu ditingkatkan.

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Reri Indriani mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan POM, diketahui bahwa indeks kesadaran masyarakat terhadap keamanan manfaat dan mutu obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik masih lebih rendah dibandingkan obat dan pangan olahan.

"Pengetahuan masyarakat tentang keamanan dan manfaat jamu, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik masih perlu terus ditingkatkan," ujarnya seperti dilansir dari Antara.

Obat Tradisional

Di sisi lain, kata dia, masih banyak oknum tidak bertanggung jawab melakukan promosi atau iklan yang berlebihan terhadap obat tradisional, jamu, kosmetik, dan suplemen kesehatan. Dia mencontohkan adanya promosi yang mengklaim bahwa jamu atau suplemen kesehatan tertentu yang mampu membunuh virus corona.

"Klaim yang masih berlebihan tersebut akan mempunyai dampak negatif bagi masyarakat. Masih banyak yang percaya terhadap klaim tersebut. Padahal, sampai saat ini belum ada obat tradisional atau jamu yang disetujui untuk obat Covid-19," kata dia.

Reri mengatakan, untuk menyikapi hal tersebut, Badan POM terus meningkatkan upaya pengawasan yang melibatkan tiga pilar, yakni pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya dengan membentuk Duta Jamu Aman dan Duta Kosmetik Aman, sebagai perpanjangan tangan dari pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Badan POM.

"Karena Badan POM tidak mungkin bekerja sendiri, sumber daya yang dimiliki oleh pemerintah ini terbatas. Pemberdayaan masyarakat, khususnya para pelajar yang nanti akan menjadi generasi penerus ini tentu merupakan suatu investasi yang berdampak signifikan untuk meningkatkan perilaku masyarakat untuk hidup sehat," kata dia.

1
2