Share

Kenali Penyebab Asam Lambung Naik, Kondisi yang Dialami Medina Zein di Rutan

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 20:15 WIB
$detail['images_title']
Mual salah satu gejala asam lambung naik, (Foto: Freepik)

KUASA hukum Medina Zein, Razman Arif Nasution mengungkapkan penyakit GERD atau asam lambung yang diidap influencer berusia 30 tahun itu kambuh saat menjadi tahanan di Rutan Polda Metro Jaya.

"Tadi saat akan dilakukan pemeriksaan, asam lambung Medina naik dan setelah menjalani perawatan di Bidokkes, sudah membaik, dan melanjutkan pemeriksaan," ujar Razman Arif Nasution di Polda Metro Jaya, saat ditemui awak media, Selasa (17/7/2022).

Gejala utama asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah refluks asam. Refluks asam inilah yang bisa menyebabkan rasa terbakar yang tidak nyaman di dada, lalu bisa naik merambat ke leher dan tenggorokan.

Tidak hanya rasa sensasi seperti terbakar dan tidak nyaman di dada, ada beberapa gejala GERD lainnya misalnya mual, sakit di dada, nyeri saat menelan, kesulitan menelan, batuk kronis dan suara jadi serak.

Lantas, apasih yang menyebabkan GERD ini terjadi? Sayangnya, melansir Healthline yang sudah ditinjau dokter penyakit dalam, Dr. Joe Soliman, MD, Selasa (12/7/2022) dikatakan bahwa tak ada penyebab tunggal dari GERD itu sendiri, yang ada ialah mekanisme di tubuh kita yang saat tidak berfungsi dengan baik lah yang bisa meningkatkan peluang terjadinya naik asam lambung ini.

Disebutkan lebih lanjut, sfingter esofagus bagian bawah (LES) yakni pita otot melingkar di ujung kerongkongan jika bekerja dengan benar, maka akan dalam kondisi rileks dan terbuka saat kita melakukan Gerakan menelan, lalu mengencang dan menutup kembali.

Nah, GERD ini terjadi ketika pita otot melingkar di ujung kerongkongan itu tak mengencang atau menutup dengan benar. Hal yang memungkinkan cairan pencernaan dan isi lain dari perut menjadi naik ke kerongkongan.

Selain itu, kemungkinan bisa juga disebabkan sederet penyebab lainnya. Misalnya, hiatal hernia yaitu saat bagian perut bergerak di atas diafragma menuju area dada. Jika diafragma terganggu, ini bisa menganggu kerja LES.

Selanjutnya, kebiasaan sering makan dalam porsi besar. Hal ini ternyata bisa menyebabkan distensi bagian atas perut. Distensi ini artinya, tidak ada cukup tekanan pada LES dan membuat LES tidak bisa menutup dengan benar.

Terakhir, kebiasaan buruk yang sering dilakukan banyak orang, langsung berbaring alias rebahan setelah makan besar. Kebiasaan ini bisa memberikan tekanan lebih besar pada LES daripada yang seharusnya.

 BACA JUGA:9 Gejala Asam Lambung, Jangan Diabaikan Bestie!

BACA JUGA:Apakah Penyakit Asam Lambung Bisa Menyebabkan Kematian?

1
2