Share

Kenali Perbedaan Mastitis dan Abses Payudara pada Ibu Menyusui

Destriana Indria Pamungkas, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 14:35 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi Abses Payudara. (Foto: Shutterstock)

PERBEDAAN mastitis dan abses payudara pada ibu menyusui harus Anda waspadai. Kondisi ini banyak dikeluhkan oleh para ibu yang tengah dalam fase menyusui anaknya.

Mastitis dan abses payudara diketahui memiliki gejala yang hampir sama, padahal keduanya berbeda. Kedua kondisi ini memang saling terkait sehingga gejala khasnya sama, yaitu demam dan rasa sakit pada payudara. Lantas, apa perbedaan mastitis dan abses payudara? Simak ulasannya berikut ini.

Mastitis

Mastitis merupakan sebuah kondisi dimana payudara seorang wanita yang tengah dalam fase menyusui mengalami infeksi karena masuknya bakteri pada celah puting. Hal ini bisa menyebabkan bengkak dan keluarnya nanah pada payudara.

Kondisi ini biasanya terjadi pada 1-3 bulan pertama setelah seorang wanita melahirkan. Namun, pada kondisi tertentu juga bisa terjadi pada wanita yang tidak tengah menyusui atau wanita yang memasuki masa menopause.

Abses Payudara

Abses

Sedangkan abses payudara merupakan kondisi yang lebih berat dari mastitis. Karena abses payudara merupakan sebuah kondisi akumulasi dari nanah-nanah yang ada di dalam payudara yang terkena mastitis.

Jadi, perbedaan dari kedua kondisi ini adalah pada tingkat keparahannya. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, mastitis dan abses payudara memiliki gejala yang hampir sama.

Gejala mastitis meliputi

Payudara yang terasa nyeri dan bengkak.

Payudara terasa pegal.

Tubuh merasa kelelahan.

Tubuh mengelami demam dan menggigil.

Sedangkan gejala abses payudara meliputi

Rasa sakit pada payudara.

Payudara terlihat kemerahan dan bengkak.

Kulit sekitar payudara terasa hangat.

Payudara mengeluarkan cairan dari puting (bukan ASI).

Jika Anda mengalami mastitis, sebaiknya segera lakukan tindakan perawatan. Seperti terus menyusui atau memompa ASI agar ASI keluar lebih teratur, kompres area yang mengamali mastitis dengan kompres hangat, istirahat yang cukup.

Jika mastitis telah berkembang menjadi abses payudara, segera hubungi dokter untuk perawatan medis lebih lanjut. Biasanya tindakan medis yang akan diambil adalah aspirasi jarum, drainase bedah, dan lain-lain.

1
2