Share

Seperti Lucinta Luna, Kenapa Orang Bisa Kecanduan Operasi Plastik?

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 13:00 WIB
$detail['images_title']
Lucinta Luna (Foto : IG/@lucintaluna_manjalita)

LUCINTA Luna seperti tidak pernah puas dengan apa yang sudah terjadi pada tubuhnya. Berhasil mengubah wajahnya lebih cantik, bahkan dia mengklaim mirip Lisa BLACKPINK, selebgram itu menjalani serangkaian operasi lainnya, seperti operasi leher hingga tulang ekor.

Ya, tindakan terbaru yang dilakukan Lucinta Luna adalah operasi tulang ekor. Keputusannya tersebut mengejutkan publik dan jadi pembahasan yang cukup disorot di media sosial. Lucinta Luna seperti tidak cukup puas dan terkesan ketagihan melakukan operasi plastik.

Lucinta Luna

Banyak kepercayaan di masyarakat bahwa sekali Anda melakukan operasi plastik atau oplas, maka Anda akan ketagihan menjajal oplas untuk area tubuh lainnya dan ini sepertinya terjadi pada Lucinta Luna.

Menjadi pertanyaan sekarang, mengapa seseorang bisa kecanduan operasi plastik? Apakah oplas memang menyebabkan seseorang ketagihan sekalipun harga yang dibayar tidaklah murah?

BACA JUGA : Lucinta Luna Operasi Tulang Ekor, Ini Bahayanya!

Laman Rejuvenus Aesthetics menjelaskan bahwa ketika seseorang sudah kecanduan operasi plastik, mereka sejatinya mengalami gangguan mental yang disebut Body Dysmorphic Disorder. Masalah tersebut tidak hanya memengaruhi pribadi si penderita, tapi juga kehidupan sosial dan profesionalnya.

"Orang yang mengalami gangguan mental ini cenderung terobsesi dengan detail atau ketidaksempurnaan yang nyaris tidak terlihat, bahkan tidak diperhatikan orang lain," kata dr Wilberto Cortes, ahli bedah yang secara khusus menangani operasi plastik, dikutip MNC Portal, Selasa (12/7/2022).

"Mereka yang mengalami masalah Body Dysmorphic Disorder merasa seluruh hidupnya bergantung pada perbaikan ketidaksempurnaan yang tidak terlihat itu dan sering memilih untuk jalani tindakan berisiko seperti operasi plastik," tambah dr Cortes.

BACA JUGA : Usai Operasi Rahang dan Tulang Ekor, Wajah Lucinta Luna Bengkak hingga Sulit Dikenali

Secara sederhana, orang dengan gangguan mental ini tidak pernah puas dengan tubuhnya sendiri. Padahal, apa yang ada di tubuh ini sudah merupakan kesempurnaan yang tidak bisa ditandingi, sekalipun oleh ahli bedah yang tidak akan bisa sempurna menciptakan tangan atau telinga.

Follow Berita Okezone di Google News

"Sayangnya, seseorang dengan gangguan ini kerap memilih 'jalan' yang merugikan diri mereka sendiri, termasuk mencoba solusi ilegal asal ketidaksempurnaan yang menurutnya mengganggu bisa diperbaiki," kata dr Cortes.

Bahkan, pada banyak kasus orang dengan Body Dysmorphic Disorder rela melakukan operasi plastik berkali-kali di area yang sama sampai dirinya mereka sempurna menurut versinya sendiri.

"Kecanduan operasi plastik sama merusaknya dengan pasien kecanduan lain. Penting bagi ahli bedah, pun anggota keluarga dan teman-teman penderita untuk menasihati agar mencari bantuan dan konseling ke profesional," sarannya.

"Ingat, semakin banyak tindakan operasi plastik yang dikerjakan di satu area khususnya, itu malah meningkatkan hasil gagal," tambah dr Cortes.

1
2