Share

Luka di Dubur Jadi Gejala Tak Umum Cacar Monyet

Kevi Laras, Jurnalis · Selasa 12 Juli 2022 07:00 WIB
$detail['images_title']
Virus cacar monyet (Foto: Freepik)

KASUS wabah cacar monyet atau Monkeyox di dunia terus berkembang dengan berbagai gejala yang mungkin terbilang aneh. Contohnya kasus positif keempat yang terjadi di Singapura diketahui memiliki gejala di bagian dubur.

Jika dilihat secara medis, seperti dikatakan Dr. Muhammad Fajri Adda’I, ia membenarkan memang infeksi virus cacar monyet itu memiliki ragam gejala. Salah satunya di area selangkangan atau dubur, yang bisa dibilang muncul sebagai gejala khusus.

"Memang gejalanya secara umum secara text book ya memang demam, kemudian ada kemerahan. Ada juga yang tidak umum yaitu lesi, luka tidak terlalu banyak, tapi mulai dari kemaluan di area selangkangan dan juga anus dan tempat lain," ujar Dr. Fajri saat dihubungi MNC Portal baru-baru ini.

Badan Kesehatan Dunia (WHO), pada 17 Juni lalu mengungkap data bahwa memang ada kasus positif cacar monyet dengan pasien mengalami lesi alias gangguan kulit berupa luka di bagian genital, walau hanya ada sedikit kasus positif dengan gejala ini. 

 BACA JUGA:Waspada Cacar Monyet, Dokter: Jangan Berhubungan Seks Sesama Jenis

Dokter Fajri menambahkan, cacar monyet memang punya gejala yang bervariasi. Gejala dialami pasien, tergantung dari perkembangan virus cacar monyet itu sendiri.

"Tapi apakah gejala lain, ya ada. Gejala dari cacar monyet memang cukup beragam. Itu pun tergantung pada perkembangan cacar monyetnya, biasanya muncul sebelum demam atau gejala nggak enak badan atau lain," imbuhnya.

Sebagai informasi, menurut Kementerian Kesehatan Singapura, terkonfirmasi satu kasus impor infeksi cacar monyet di Singapura yakni dialami pasien berkebangsaan India berusia 36 tahun. Pasien berdomisili di Singapura, namun baru saja kembali dari Amerika Serikat.

Dalam kasus ini, pasien disebutkan mengalami ketidaknyamanan dubur pada 28 Juni serta ditambah gejala lainnya, termasuk ruam khas cacar monyet yang berkembang secara progresif.

 BACA JUGA:Singapura Konfirmasi Kasus Cacar Monyet ke-4

1
2