Share

5 Cara Cegah Diabetes Agar Tak Berkelanjutan ke Tipe 2

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 11 Juli 2022 13:12 WIB
$detail['images_title']
Ilustrasi, (Foto: Freepik)

DIABETES bisa dibilang merupakan salah satu penyakit silent killer, penyakit tidak menular yang bisa diam-diam memberikan dampak fatal yakni kematian.

Tidak melulu bergejala, sebagian orang yang mengidap diabetes bisa saja tak menyadari dirinya sudah mengidap diabetes karena saat kadar gula darahnya tinggi, ia tak merasakan sakit atau keluhan apa pun.

Secara pencegahan, untuk diabetes tipe 1 ternyata memang tidak bisa dicegah. Sebab, diabetes tipe 1 disebabkan karena ada masalah pada sistem kekebalan tubuh. Tidak jauh berbeda dengan beberapa penyebab diabetes tipe 2, seperti gen atau usia, merupakan faktor yang tidak bisa kita kontrol.

Meski demikian, banyak faktor risiko diabetes lainnya yang tetap bisa dikendalikan. Sebagian besar upaya pencegahan diabetes, disebutkan sebetulnya sederhana karena hanya dengan penyesuaian program diet (pola makan dan minum) dan aktivitas gerak fisik.

 BACA JUGA:Idap Diabetes Sebelum Meninggal, Rini S Bon Bon Sebut karena Faktor Keturunan

BACA JUGA:4 Jenis Orang yang Berisiko Terkena Diabetes Seperti yang Diidap Rini S Bon Bon

Lantas, jika sudah didiagnosis mengidap pradiabetes, apa hal yang bisa dilakukan untuk menunda atau mencegah penyakit berlanjut ke diabetes tipe 2? Secara umum, ada lima cara dasar yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan.

Pertama, tetapkan target setidaknya 150 menit per minggu latihan olahraga jenis aerobik. Contohnya, berjalan kaki atau bersepeda. Selanjutnya, perhatikan asupan makanan yang dikonsumsi sehari-hari, kurangi makanan tinggi lemak jenuh dan trans dan karbohidrat olahan di piring makanan Anda.

Saat makan, perhatikan jumlah porsi yang dikonsumsi. Disarankan untuk makan dengan porsi yang lebih kecil. Usahakan lebih banyak makan buah, sayuran, dan biji-bijian.

Terakhir, jika Anda dalam kondisi kelebihan berat badan atau obesitas, sebisa mungkin cobalah turunkan sebanyak tujuh persen dari berat badan. Demikian sebagaimana merangkum Healthline, Senin (11/7/2022) yang sudah ditinjau secara medis oleh ahli endokrinologi. Dr. Marina Basina, M.D.,

1
2